Para pekeraja yang notabene masyarakat setempat sedang memanen ikan di kolam milik Cecp Surahman

Liputan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com –  Kepala Desa, harus kreatif dan inovatif. Pasalnya, banyak program kerja yang harus diselesaikan. Kadang, untuk menyelesaikan program tersebut, harus merogoh kocek dari kantong pribadi.

Menyadari akan hal itu,  Kepala Desa Mekarwangi Kecamatan Haurwangi, Cecep Surahman membuat usaha sampingan. Usaha yang tidak saja dapat membantu diri sendiri, tapi juga dapat dijadikan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Usaha sampingan tersebut, yaitu menanam bibit ikan Nila, Mas, Patin dan yang lainnya.

Usaha yang dipilih Cecep Surahman itu nampaknya sangat tepat. Karena hasil panen ikan yang ditanam fikolam molik Cecep, tidak sulit dipasarkan. Sebab, banyak petani ikan di kawasan Jaring Terapung (japung) Waduk Cirata, Saguling dan Jatiluhur yang membutuhkan bibit ikan.

Menurut keterangan, dari sebanyak 20 kolam dengan ukuran vareatif dilahan sawah 1,5 Ha, mampu mengasilkan bibit ikan nila sebanyak 1,5 Ton. Mayoritas ikan yang ditanam adalah Nila Merah, Nila Hitam dan Ikan Mas dengan ukuran sebesar biji korek api atau yang biasa disebut petani ikan dengan sebutan “kebul”,

Iakn tersebut, ditanam selama dua bulan dengan ukuran putihan baru dipanen dan dijual ketengkulak. Harga jual bibit Nila Merah lokal seharga Rp. 24 rebu,  bibit Nila Merah luar Rp 27 per kilo gram. Sedangkan bibit Ikan Patin dijual seharga Rp.500 per ekornya.

Cecep Surahman disela kesibukan acara Cianjur Membangun Lembur (CNL) mengatakan, pertama tanam bibit ikan itu, berawal dari coba-coba. Namun setelah terlihat keungtungannya cukup menjanjikan, maka kolamnya diperbanyak dan lahannya diper luas. Sekarang dari 1,5 Ha lahan sawah dijadikan sebanyak 20 petak kolam.

15 petak kolam ditanami bibit ikan nila merah jenis lokal dan sebahagian petaknya lagi ditanami bibit ikan patin. Setiap dua bulan bibit ikan tersebut dijual pada tengkulak. Hingga setiap panen ikan nila merah  mampu memanen bibit ikan nila merah seberat 2 ton dan mendapatkan keuntungan Rp. 7000, perkilonya ditambah hasil panen bibit ikan patin dengan kisaran perpanen mendapat 100 ribu ekor dengan keuntungan Rp. 500,- perekornya.

Dari hasil usaha sampingannya itu, Cecep per dua bulan sekali mendapat keuntungan dari hasil panen bibit ikan rata rata Rp. 20 juta.  Tentu saja tanam bibit  ikan tersebut, merupakan hasil tambahan ekonomi dari siltap sebagai kepala desa. ” Menjadi petani ikan itu hanya sekedar menambah income saja dan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar,” jelas Cecep Surahman.

Sementara itu, salah seorag tengkulak ikan nila merah,  warga Kampung Calingcing, Kecamatan Ciranjang, H. Ujun mengatakan,  setiap bulannya, ia selalu membeli hasil panen bibit ikan nilia merah dan patin yang ditanam para petani binit ikan. Termasuk hasil panen bibit ikan hasil panen Cecep Surahman.

Bibit ikan nila merah lokal dihargai Rp. 24 ribu perkilo gramnya. Bibit ikan nila merah luar dihargai Rp. 27 ribu perkilo gramnya. Sedangkan bibit ikan patin dihargai Rp. 500, – per ekornya.

“ Setiap panen ikan dari kolam milik Kang Cecep Surahman tidak kurang dari 2 ton ikan nila merah dan 8-10 ribu ekor bibit ikan patin,” ucap H. Ujun saat memanen bibit ikan nila milik Kang Cecep Surahman warga Kampung Pasir Gombong.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here