Sosialisasi Gerakan Hidup Bersih dan Sehat yang diselenggarakan Desa Cijedil dan Puskesmas Cijedil

Liputan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Sebanyak 51 anggota kader Posyandu mengikuti kegiatan sosialisasi kesehatan dan gerakan hidup bersih dan sehat di aula Desa Cijedil. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Puskesmas Cijedil, bekerjasama dengan Pemerintah Desa Cijedil Kecamatan Cugenang, Kamis (9/8).

Dalam kegiatan tersebut panitia menunjuk Azwar Buwares C dan seorang bidan dari puskesmas Cijedil sebagai pemberi materi.

Ditemui seusai kegiatan, Azwar Buwares mengatakan, sosialisasi ini adalah penyuluhan kepada kader Posyandu. Sebab kader Posyandu merupakan ujung tombak dari Puskesmas. “ Makanya, mereka harus kami bina, karena para kaderlah yang berhubungan langsung dengan masyarakat nantinya,” jelas Azwar.

Adapun pokok pembahasan yang disampaikan, mengenai stanting yang saat ini sudah menjadi isu nasional. “ Pada sosialisasi tadi, kami memberikan penjelasan apa itu stanting, cara pencegahan dan bagaimana menanganinya,” tukas Azwar.

Selain mensosialisasikan “Kemaksimalan Kinerja Kader Posyandu”, dalam kegiatan tersebut dilakukan pula, penyerahan sarana dan prasarana kepada 10 kader Posyandu yang berada di 7 keRWan se Desa Cijedil. Total jumlah kader Posyandu di desa Cijedil sebanyak 51 orang yang telah lulus bintek (kader terpilih), dengan masing-masing Posyandu ada lima sampai enam orang kader.

Sebagai tambahan pembahasan, disampaikan pula penyuluhan tentang tanaman apa saja untuk baik dab berguna untuk ditanam di halaman rumah, terutama yang bisa dijadikan obat.

Menyikapi sosialisasi tersebut, Kepala Desa Cijedil Pudin mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Puskesmas, kader Posyandu, RT/RW dan masyarakat untuk mewujudkan program masyarakat yang sehat dan bersih.

Seiring berjalannya waktu, dengan upaya keras yang dilakukan Desa Cijedil, Puskesmas dan kader Posyandu dibidang kesehatan, masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan. Sehingga ketika ada pengumuman yang berkaitan dengan kesehatan, masyarakat sangat antusias mengikutinya, seperti halnya pelaksanaan Posyandu.

Tidak ada lagi alasan sibuk bekerja atau alasan lain untuk tidak mengikuti Posyandu. Terutama bagi para ibu-ibu hamil usia nol bulan dan balita. Guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi sekarang lagi marak-maraknya stanting. “ Karena itu kami selaku pemerintah desa selalu berkoordinasi dengan Puskesmas, kader Posyandu dan masyarakat, untuk melaporkannya supaya cepat ditindak lanjuti,” kata Pudin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here