Laporan : Sam

Cianjur, metropuncaknews.com – Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Gugus Tugas COVID-19 Kab. Cianjur dr. Yusman Faisal angkat bicara mengenai Ahmad Solihin (37) warga Kampung Citapen RT 02/04 Desa Sukaratu Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur. Ahmad Solihin mengalami lumpuh dan stroke serta tumbuh benjolan di bawah ketiaknya. Hal itu dialami Ahmad Solihin, sehari setelah divaksin Sinovak  yang kedua di Puskesmas Bojongpicung.

Ahmad Solihin merasa mual – mual dan muntah. Hal itu  terjadi satu hari  setelah divaksin Sinovak yang kedua. Pihak keluarga langsung membawa Ahmad Solihin ke Puskesmas Bojongpicung untuk dirawat.  Setelah pulang dari Puskesmas, Solihin merasa gagal-gatal disekujur tubuhnya  dan kembali dirawat di Puskesmas Bojongpicung.

Pada keesokan harinya, pihak Puskesmas Bojongpicung melaporkan  tentang penyakit  Ahmad Solihin. Pihak Puskesmas Bojongpicung, merujuk Ahmad Solihin yang menderita kelumpuhan dan stroke untuk dirawat di RSUD  Cianjur. Solihin pun dirawat di RSUD Sayang Cianjur selama lima hari.

Atas kasus yang terjadi pada Ahmad Solihin, Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Gugus Tugas COVID-19 Kab. Cianjur dr. Yusman Faisal mengatakan, hal itu bisa terjadi akibat divaksin. Namun hitungannya seribu satu. ” Dari seribu orang yang divaksin 1orang dipastikan menderita dampaknya, itu pun hanya berdampak  pusing, mual dan muntah saja,” terang Yusman Faisal.

Kalau sampai terjadi struke seperti Ahmad Solihin sambung Yusman, itu baru terjadi kali ini saja yang menimpa pada  Ahmad Solihin. “Kalau mengenai terjadinya benjolan tumor di tubuh Ahmad Solihin yang dikaitkan dengan dampak vaksin, itu rasanya terlalu prematur, sebab harus dilakukan penelitian terlebih dahulu kepada kedua belah pihak. Yaitu penelitian pada pihak penderita sakit stroke ringan dan pada  pihak ahli medis  itu sendiri dengan teliti dan akurat,” ujarnya.

Selanjutnya Yusman mengatakan, karena ahli medis sebelum melakukan vaksinasi, itu harus dilakukan dulu penelitian secara akurat. Dialog dengan calon yang akan divaksin dan pihak calon tidak diharapkan menutup diri. Tapi harus terang teangan ketika ditanya ahli medis, tentang kondisi tubuhnya.

Selain itu, lanjut dr Yusman Faisal, kalau mengenai hasil pemeriksaan kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dialami Ahmad Solihin, itu sedang diproses dan hasilnya belum diketahui. Karena prosesnya cukup lama. “ Mulai dari tingkat Kabupaten masuk ke Korda Provinsi sampai ke Kornas pusat yang penelitiannya cukup akurat dan memakan waktu,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Bojongpicung Ejen Jenal Mutakin mengatakan, Ahmad Solihin beberapa waktu yang lalu dikabarkan menderita sakit setelah divaksin. Namun telah dilakukan upaya pengobatan secara intensif di Puskesmas Bojongpicung dan di RSUD Cianjur.

Selain itu, pihaknya sempat menengok Ahmad Solihin sebanyak dua kali. Pertama ketika di Puskesmas Bojongpicung dan yang kedua kalinya kerumah Ahmad Solihin.ian “ Dengan adanya kejadian itu semoga Ahmad Solihin lekas sembuh,” kata Ejen Jenal Mutakin.  

Camat Bojongpicung mengharapkan pada seluruh warga Kecamatan Bojongpicung, bila sedang diwawancarai ahli medis ketika hendak divaksin mohon jujur dan terus terang jangan ada yang ditutupi. “Andai memiliki riwayat suatu penyakit katakan saja dengan jujur supaya tidak terrjadi hal-hL yang tidak diinginkan semua pihak,” pesan Ejen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here