Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com, Jenal Asikin (56) atau yang akrab disapa Kikin, warga Kampung Pasir Dawuan RT 05/07 Desa Hegarmanah Kecamatan Bojongpicung Cianjur, ditemukan sudah terbujur kaku dan mulai membusuk ditengah rumahnya.

Informasi yang dapat dihimpun, Kikin telah lama hidup sendirian tanpa memiliki keturunan. 5 tahun lalu telah cerai dengan istrinya. Pada Sabtu (19/4) sekira pukul 10.00 WIB, Kikin terlihat masih sehat. Bahkan Kikin masih sempat kongkow-kongkow dengan tetangganya dan temannya sambil ngopi di warung yang tak jauh dari rumahnya.

Selasa (21/04), warga setempat dihebohkan dengan adanya bau bangkai yang keluar dari rumah almarhum Kikin. Sontak saat itu juga warga mendobrak pintu rumah Kikin yang tertutup rapat juga terkunci.

Setelah pintu terbuka, ternyata benar adanya. Kikin sudah terbujur kaku juga membusuk di tengah rumahnya. Tentu saja kejadian tersebut membuat geger warga setempat. Saat itu pula, warga  melaporkan pada pihak Desa Hegarmanah.

Selang 30, menit, Sekdes Hegarmanah beserta apararatur lainnya datang ke tempat kejadian. Tak lama kemudian datang pihak Kepolisian dibarengi tim medis dari Puskesmas Bojongpicung serta Satuan Tugas (Satgas) Covid-19. “ Mereka datang guna memeriksa situasi dan kondisi jasad almarhum  Kikin,” ucap  Aji Sarhindi adik almarhum Kikin.

Sementara itu Sekdes Hegarmanah Iyus Firza Yusman mengatakan, jasad almarhum Kikin ditemukan terlentang di tengah rumah miliknya dan kondisinya sudah mulai membusuk. Diperkirakan almarhum Kikin meninggal dunia dua hari yang lalu. Karena banyak orang mengetahui, Kikin pada Sabtu (19/04), malam minggu masih terlihat sehat dan masih ngobrol bersama temannya.

Setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh Tim medis Puskesmas Bojongpicung dr. Rukun Sutrisno dengan standar penangan Covid-19, dengan APD lengkap dan berkoordinasi dengan Tim Penanganan Covid-19 Gugus Kab.Cianjur, dr. Yusman Faizal. Hasil pemeriksaan diluar tubuh almarhum Kikin tidak diketemukan adanya luka akibat penganiayaan/benda tajam.

Juga  pihak keluarga almarhum, Aji Sarhendi selaku adik kandungnya menjelaskan, Kikin memiliki riwayat penyakit konplikasi penyakit diabetes, jantung dan TBC. Karena itu, pihak keluarga menolak untuk dilakukan tindakan autopsi. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut merupakan suatu takdir dari illahi. “ Setelah selesai pemeriksaan maka jasad almarhum Kikin dimakamkan di tempat pemakaman umum yang tak jauh dari rumah duka,” jelas Iyus Firza Yusman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here