Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Jenazah Bahar Rahmat salah seorang ABK yang meninggal dunia di dalam kapal saat berlayar di perairan laut wilayah Republik Fiji  Negara bagian Aprika, pada 28 Juli 2020.

Atas permintaan pihak keluarga, jenazah almarhum Bahar Rahmat, dipulangkan dan tiba di rumah duka pada, Jumat 06 /11 sekira pukul 05,30 WIB. Jenazah Bahar Rahmat tiba di rumah duka, Kp Haurwangi RT 01 /04 Desa /Kecamatan Haurwangi Cianjur.

Karuan saja, kedatangan jenazah Bahar disambut isak tangis keluarga, sahabat, handai taulan dan kerabat dekatnya. Selang 1,5 jam, jenazah yang diwadahi peti dimakamkan di pemakaman milik keluarga yang tak jauh dari rumah duka.

Ibu kandung almarhum Bahar, Imas Rohani (52) menjelaskan, Bahar Rachmat, berangkat menjadi ABK pada Juni 2019, melalui jasa PJTKI PT. Raya Mulya Bahari Jakarta.

Selama bekerja berada di kapal, komunikasi dengan pihak keluarga cukup lancar. Namun pada 28 Juli 2020, pihak keluarga mendapat informasi, Bahar Rahmat meninggal dunia karena sakit hernia. Hal itu diketahui dari keterangan RS Republik Fiji.

Tentunya, mendengar meninggal dunianya. Bahar Rahmat, pihaknya besertra keluarga merasa terpukul. Karena Bahar selain menjadi tulang punggung keluarga juga tergolong anak sebagai anak yang taat beribadah.

Selain itu lanjutnya, dipulangkannya jenazah Bahar itu, berkat permintaan pihak keluarga. Karena itu, jenazah Bahar dipulangkan pada Jumat 06 November 2020, sekira pukul 05.30 WIB. Jenazah tiba di rumah duka didampingi pihak PJTKI dan dari Kementrian Tenaga Kerja Indonesia.

Selanjutnya, pada pukul 07.00 WIB, jenazah Bahar Rahmat, dimakamkan di pemakaman milik keluarga yang tak jauh dari rumahnya. “ Kami atas nama keluarga mohon doa, semoga almarhum Bahar khusnul khotimah,” tuturnya. .

Sementara itu, Babinsa Desa Haurwangi, Serda Haryadi mengatakan, dengan kepulangannya jenazah Bahar Rahmat ke rumah duka  diantarkan pihak PJTKI dan pihak Kementerian Tenaga Kerja Indonesia.

Kedatangan jenazah Bahar disambut isak tangis keluarga, saudara, handai taulan dan kerabatnya. Hingga suasanya terlihat haru. “Meninggal dunianya Bahar itu benar akibat sakit, karena almarhum memiliki riwayat penyakit Hernia dan adanya surat keterangan yang menerangkan Bahar meninggal dunia karena  penyakit Hernia dari Rs Republik Fiji,” ujar Serda Heryadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here