Jembatan gantung di Kampung Leuwi Pinggir, Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur butuh perhatian pemerintah

Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Masyarakat Desa Cihea terpaksa gunakan jembatan gantung di Kampung Leuwi Pinggir, Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur. Padahal kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.  Namun, meski demikian kondisinya, jembatan tersebut terpaksa digunakan warga. Karena jembatan itu merupakan jalur tercepat yang menghubungkan ke jalan utama desa.

Ketua RT 02/02 Kampung Leuwi Pinggir, Lilim mengungkapkan, jembatan Gantung ini dibangun pada tahun 2006 silam. Namun hingga saat ini belum pernah diperbaiki lagi.

“Jembatan gantung ini merupakan satu-satunya akses penghubung yang dipergunakan ribuan warga, bahkan tak hanya warga Kampung Leuwi Pinggir saja. Tak hanya itu, jembatan ini juga merupakan akses ke tempat ziarah yang memiliki banyak nilai sejarah Cihea,” jelas Lilim, Selasa (28/8).

Yang lebih memprihatinkan lagi, masih kata Lilim, anak-anak sekolah juga terpaksa harus melewati jembatan tersebut menuju sekolahnya. Padahal jelas, kondisi jembatan gantung itu sangat memprihatinkan.

“Jelas kami sangat khawatir, karena setiap harinya jembatan tersebut dilalui warga, terlebih anak-anak sekolah yang hendak pergi belajar ke sekolah, kalau tidak diperbaiki keselamatan mereka menjadi taruhan,” ujarnya menegaskan.

Hal senada juga diungkapkan Asep (40) warga setempat. Menurut dia, beberapa besi penopang dan seling bajanya saat ini kondisinya sudah rusak dan tidak dapat dipungkiri sejumlah kecelakaan di lokasi tersebut menjadikan warga merasa was-was.

” Belum pudar dibenak masyarakat, kejadian putusnya jembatan di Cianjur Selatan yang menelan korban jiwa. Dua warga Ciguha menjadi korban saat pulang melakukan aktivitasnya. Mereka hanyut terbawa arus sungai Ciengang akibat jembatan gantungnya terputus,” ujar Asep pada awak media.

Asep berharap kepada pihak yang berwenang agar segera membangun jembatan Leuwi Pinggir tersebut. Jika perlu jembatan itu diubah menjadi kontruksi permanen, bukan jembatan gantung.

“Jika sudah permanen, Kami selaku warga tidak lagi khawatir, efeknya juga dapat meningkatkan ekonomi para petani,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here