Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Jelang pergantian tahun 2019 -2020, Muspika Haurwangi Kabupaten Cianjur, didampingi tim ahli kesehatan, lakukan Operasi Pasar, Jumat (27/12). sekira pukul 10.00 WIB. Operasi tersebut dilaksanakan di Pasar tradisional Cipeuyeum. Dalam operasi tersebut, petugas memantau harga sembako dan batas waktu konsumsi makanan dalam kemasan kaleng, plastik dan makanan siap konsumsi. Seperti tahu, tempe, kue basah dan makanan sejenis lainnya.

Kapolsek Bojongpicung, AKP M Nur menjelaskan, dilaksanakannya Operasi Pasar tersebut, karena itu merupakan kewajiban perintahan setempat. Karena itu, Muspika Haurwangi secara berkala, seperti saat menjelang hari raya dan hari besar lainnya, selalu melakukan Operasi Pasar.

Adapun yang diperiksa petugas dari para pedagang utamanya mengenai harga, kualitas barang yang dipasarkan dan waktu kadaluarsanya. Baik makanan dalam kemasan maupun dalam kaleng tak luput dari pantauan petugas.

Selain itu, petugas juga memeriksa barang makanan yang menggunakan bahan pengawet  yang biasanya digunakan pada tahu, tempe, ikan basah, ikan asin, daging sapi, daging ayam, kikil, mie basah, baso mentah dan bahan makanan lainnya yang dijual di pasar Cipeuyeum.

Seluruh bahan makanan tersebut, diambil sedikit-sedikit untuk diperiksa tim ahli kesehatan dari Puskesmas Cipeuyeum. Sempel makanan tersebut nantinya akan diperiksa di labotarium. “ Untuk hasil pemeriksaannya akan bisa diketahui setelah diperiksa  dua hari kemudian,” terang M. Nur.

Sentara itu, Camat Haurwangi Iwan Karyadi menambahkan, kegiatan iitu tidak hanya dilakukan di Pasar Tradisional Cipeuyeum saja. Tapi juga dilakukan di warung waralaba. mini maret, toko dan kios- kios yang mangkal di pinggir sepanjang  jalan  raya Cianjur-Bandung. Tepatnya yang ada dijalur Haurwangi, itu selalu diadakan operasi.

Karena ditakutkan adanya barang yang sudah kadaluarsa masih dijual dan adanya barang dagangan yang menggunakan bahan pengawet. Termasuk memeriksa barang makanan, minuman yang dilarang pemerintah, termasuk Miras. Apa lagi sekarang menjelang pergantian 2019 – 2020.

“ Operasi itu sering dilakukan, karena Kecamatan Haurwngi berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat, hingga rentan terjadi praktek jual beli makanan dan minuman yang dilarang pemerintah. Maka dengan adanya itu, diharapkan dapat meminimalisir dan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan semua pihak,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here