Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Jelang puasa bulan suci Ramadhan 1441, situasi dan kondisi pasar Ciranjang Cianjur, ramai dikunjungi pengunjung. Mereka berdesakan seakan tidak peduli adanya pandemi Covid-19, yang sekarang tengah gencar diwaspadai berbagai pihak, Kamis (23/04).

Membludaknya para pengunjung pasar Ciranjang itu, mayoritas berbelanja daging, sayuran, rempah, bumbu masak dan bahan makanan lainnya. Untuk makan sahur pertama dan untuk  buka puasa pada waktu magrib besok.

Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Ciranjang, Aceng Jaelani mengatakan, para pengunjung pasar Ciranjang berbelanja untuk persiapan  makan sahur  dan buka puasa pada hari pertama bulan suci ramadhan besok. Para pengunjung nampak antusias berbelanja. Meski untuk belanjan, harus bedesak-desakan. Semua itu tak diperhatikannya lagi, para pengunjung berdesakan menyerbu  pedagang daging sapi dan daging ayam.

Juga para penjual sayuran, rempah bumbu masak dan penjual sembako lainnya tidak ketinggalan ikut ramai dikunjungi pembeli. Hingga seakan tidak ada ada masalah dengan adanya pandemi Covid-19 yang sekarang tengah melanda Indonesia.

Padahal, petugas dari dinas pasar Ciranjang, terus menerus mengingatkan melalui mega pon, agar para jangan berdesak-desakan. Tapi seruan itu, nampaknya tak digubris. Para pengunjung pasar terkesan cuek bebek, tak mau menengar seruan petugas pasar. Mungkin hal itu terjadi karena faktor kebutuhan yang sangat mendesak dan sangat penting bagi mereka untuk kebutuhan diawal bulan suci ramadhan.

“ Semoga saja hal tersebut, tidak menimbulkan adanya penularan  virus Covid-19 melainkan hilang disaat menjelang bulan suci ramadhan,” ucap Aceng.

Sementara itu, salah seorang pengunjung pasar Ciranjang, warga Kecamatan Bojongpicung, Nyimas Nia Rukoyah (42) mengatakan, dirinya berkunjung ke Pasar Ciranjang, untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Seperti belanja daging ayam, sayuran, minyak goreng, rempah untuk bumbu masak. Selain itu juga belanja bahan olahan untuk makan sahur dan buka pusa dihari pertama puasa.

Nyimas juga mengatakan, adanya pandemi Covid-19 itu bukannya tidak takut dan tidak ngeri, tapi melihat banyak orang pergi belanja  dan merasa sangat butuh adanya makanan untuk sahur. “ Maka saya  juga belanja ke Pasar Ciranjang. Selain itu ia mengharapkan semoga di Cirajang tidak ada yang terpapar Covid-19,” ucap Nyimas dengan nada santai dan seakan tak peduli dengan wabah yang tengah melanda dunia, termasuk Indonesia tercinta ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here