Laporan : Yatiman

Bandung, metropuncaknews.com – Kepolisian Daerah Jawa Barat gelar acara Tabligh Akbar. Acara tersebut diselenggarakan di halaman Mapolda Jabar, Jl. Soekarno-Hatta Bandung, Selasa (24/04)

Acara tersebut dihadiri ribuan jamaah dari anggota kepolisian Polda Jabar, MUI, anggota TNI dari Kodam III/Siliwangi dan juga para tamu undangan lainnya. Pada kegiatan tersebut diisi oleh penceramah Prof. Nasarudin Umar, MA (Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta).

Wakapolda Jabar Brigjen Drs.Supratman,SH, MH mewakili Kapolda Jabar Irjen Drs.Agung Budi Maryoto mengatakan, tabligh akbar ini merupakan ajang silaturahmi antara polri dengan masyarakat Jawa Barat, khususnya yang hadir pada acara ini. Sehingga terjadi dukungan yang baik, saling bersinergi, saling bekerja sama untuk mewujudkan Kamtibmas  yang aman dan kondusif di Jawa Barat.

“ Oleh sebab itu selaku pimpinan di Jawa Barat, saya mengucapkan selamat datang dan saya ucapkan terima kasih atas kehadirannya di Mapolda Jabar. Seperti kita ketahui bersama bahwa  bangsa Indonesia yang terdiri dari kurang lebih 16 ribu pulau dan 1350  suku  indonesia merupakan bangsa yang besar,” ujar Wakapolda.

Pada kesempatan ini, lanjut Wakapolda, pihaknya akan komunikasikan permasalahan Kamtibmas yang harus ditunjukan dalam upaya bersama dalam rangka mewujudkan situasi yang kondusif.

Wakapolda menegaskan, secara umum wilayah Jawa Barat ini cukup aman dan kondusif. Namun ada hal yang harus kita jaga bersama terkait dengan kerukunan dan persatuan, kesatuan serta berbangsa dan bernegara. Mengingat isu-isu intoleransi dan radikalisme berpontensi sara melalui akun. Kehadiran internet di jejaring sosial tidak dikelola dengan baik. Sehingga terjadi penyebaran Hoax yang akhir-akhir ini menimbukkan pro kontra di masyarakat. Hal tersebut akan mempengaruhi kepada stabilitas keamanan.

Karena itu, masih kata Wakapolda, masyarakat jangan mudah terprovokasi. Tanyakan dulu kepada pihak yang berkompeten tentang kebenarannya. Sehingga kita terhindar dari pemberitaan pemberitaan Hoax.

Agama Islam mengajarkan, kata Wakapolfa, apabila menerima berita yang belum tentu kebenarannya, permasalahan diatas sering di manfaatkan oleh orang yang punya kepentingan untuk memperkeruh situasi. “ Sehingga kamtibmas tidak kondusif dan ahkirnya terjadi benturan masyarakat dengan masyarakat, maupun masyarakat dengan pemerintah ,” ungkapnya.

Pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2018,  di wilayah hukum Polda Jabar, selain pemilihan gubernur dan wakil gubernur,  ada juga pemilihan walikota dan wakil walikota, juga bupati dan wakil bupati. Acara Pilakada kini telah memasuki masa kampanye dan puncaknya pada 27 Juni 2018 mendatang.

Keadaan tersebut, tentunya memberikan potensi yang sangat tinggi, apabila tidak di kelola dengan baik. Seperti kerusuhan kampanye, gesekan antar pendukung, perusakan TPS, isu sara  dan Hoax.

“ Masyarakat Jawa Barat diharapkan dapat mengedepankan persatuan dan kesatuan, agar Kamtibmas di Jawa Barat tetap kondusif dalam pelaksanaan Pilkada Serentak nanti,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here