Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Pasar tumpah Desa Haurwangi Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur, yang berlokasi di jalan lama Haurwangi, biasanya dibuka hanya tiap hari minggu saja. Tapi pada bulan suci Ramadhan tiap sore hari dibuka. Hingga ramai dikunjungi pengunjung.

Apalagi pada hari Minggu dan menjelang lebaran. Para pedagang mulai berjualan dari pagi hari hingga sore. Pengunjungnya cukup membeludak  yang datang dari berbagai peloksok kampung ada di Kecamatan Haurwangi. Bahkan ada pengunjung yang datang dari luar Kecamatan Haurwangi.

Surahman (58) salah seorang tokoh masyarakat setempat, ketika ditanya awak media, Minggu (3/5/2021) menjelaskan, pasar tumpah Haurwangi mulanya hanya Car Free Day (CFD) yang diberlakukan setiap hari minggu. Namun banyak warga setempat yang meminta CFD tersebut dijadikan pasar yang buka tiap hari Minggu.

Setelah ada izin dari Pemkab Cianjur, maka dibuatlah pasar tumpah yang dibuka tiap hari minggu. Waktunya mulai dari pukul 7.00 – 13.00 WIB. Namum pada bulan suci Ramadhan, nyatanya dibuka tiap hari dengan waktu bukanya hingga malam hari.

Menurut Surahman, pengunjung lebih ramai lagi pada hari Minggu. Mulai dari pagi hari hingga malam menjelang shalat tarawih  ramai dipadati pengunjung.  “ Hingga para pedagang yang berjualan pakaian, sepatu, sandal, buah-buahan, sayuran, makanan, minuman dan produk lainnya laris terjual,” ucap Surahman.

Lanjut Surahman, sebanyak kurang lebih 300 orang para pedagang yang berjualan aneka ragam kebutuhan masyarakat. Mereka itu bukan hanya warga setempat saja, melainkan ada juga para pedagang yang datang dari berbagai daerah ikut andil berjualan di pasar tumpah.

“ Tentu saja banyaknya para pedagang yang dagangannya laris manis, akan membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena setiap para pedagang diwajibkan membayar iuran untuk kebersihan, keamanan dan untuk PAD  Haurwangi,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang makanan  Ujang Munandar (40) mengatakan,  dengan adanya pasar tumpah yang dibuka sepekan sekali itu, sangat membatu ekonomi keluarganya. Apalagi di bulan suci ramadhan bisa jualan tiap sore.

Hal itu benar sangat menolong kehidupan keluarga. Karena tiap sore Ujang mengaku mampu mengantongi laba jualan senilai Rp. 50 kadang Rp – 70 ribu tiap harinya. ” Alhamdulillah tiap harinya saya dapat lebih dari hasil jualan senilai Rp.50 – Rp 70 ribu tiap harinya,” aku Ujang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here