Tarik tambang Ibu-Ibu diselenggarakan wara Pataruman dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke 73

Liputan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com – Tak salah kiranya, kalau ada orang yang mengatakan, peringatan HUT Kemerdekaan RI merupakan pesta rakyat. Terbukti, setiap menjelang 17 Agustus, seluruh warga Indonesia dimana pun berada larut dalam kegembiraannya. Bahkan berbagai perlombaan digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.

Seperti warga  Jalan Amalia Rubini, Kampung  Pataruman RT 01/11, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, menggelar berbagai perlombaan ceria. Yaitu, lomba tarik tambang, balap karung, balap bakiak, pukul balon dengan mata tertutup (didalamnya ada uang), pukul bantal diatas kolam berair, ngambil amplop diatas air. Balap karung sambil jongkok pakai helm dan lomba lainnya yang semuanya sifatnya menghibur warga.

Tentu saja kegiatan tersebut, disambut antusias warga. Hingga tidak sedikit tokoh masyarakat yang rela merogoh kocek pribadinya untuk membeli hadiah bagi pemenang perlombaan.

Ketua Panitia Perlombaan, Muhammad Zulfa Fauzi Karim mengatakan, dilaksanakannya kegiatan berbagai lomba ketangkasan, baik untuk orang dewasa. muda-mudi mau pun untuk anak-anak, semuanya itu hanya sebatas hiburan. Moment ini merupakan agenda rutin warga Pataruman dalam rangka memperingati HUT Kemerdekan RI. Sekaligus untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah merebu kemerdekant dari tangan para penjajah. Momen yang bersejarah tersebut perlu diperingati dengan seksama.

Karim juga mengatakan, memperingati HUT RI yang ke 73 ini, bukannya tidak mau lebih meriah, melainkan dilaksanakan dengan sederhana, tapi penuh dengan hikmah.

Diharapkannya, kegiatan tersebut  akan mampu menjadi motivasi dan inspirasi  bagi para pemuda Pataruman untuk mengisi kemerdekan dengan karya nyata dan hal-hal yang positif.

Sementata itu, salah seorang tokoh masyarakat Kampung Pataruman  Dedeh (57) menambahkan, dilaksanaknnya berbagai perlombaan yang sipatnya menghibur dan tidak membahayakan disambut antusias seliruh warga Pataruman.

Menurut Dedeh, saat ini lahan kosong  di Kelurahan Sayang sudah sangat sulit didapat. Apalgi, rumah yang ada kolamnya dengan halaman yang cukup luas nyaris tak ada lagi. Karena warga sangat mengapresiasi panitia yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan acara ditengah permukiman warga. “ Semoga acara ini dapat terus berlanjut meski sifatnya hanya sekedar menghibur tapi sungguh banyak makna dan manfaatnya,” tutur Dedeh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here