Laporan : Sandi/Danni

Cianjur, metropuncaknews.com – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur, menjawab keluhan masyarakat. Yakni terkait banyaknya keluhan pasien Covid 19 di Rumah Sakit Dr Hafidz (RSDH) di Jalan Pramuka Desa Bojong Kecamatan Karangtengah.

Berdasarkan pantauan dilapangan, sekira pukul 10.30 WIB, rombongan Forkpimda yang terdiri dari Bupati Cianjur H Herman Suherman, Kejari Cianjur, Kapolres Cianjur, Dandim 0608 Cianjur dan Ketua DPRD Cianjur tiba di RSDH.

Sedari awal kedatangang, pihak Forkopimda merasa kecewa. Karena Direktur RSDH tidak ada ditempat. Rombongan Forkopimda hanya disambut Wakil Direktur Operasional dan pelayanan saja.

Salah seorang pasien/warga mengadu pada Dandim 0608, disaat Bupati Cianjur memulai pembicaraan dengan manajemen RSDH, lantaran sudah dua jam hasil tes antigen tidak diterima.  

“ Maaf bu, kalau untuk melihat hasil tes antigen di RSDH butuh waktu berapa lama?,” tanya Dandim 0608 Letkol Inf Ricky pada Direktur Operasional RSDH.

Direktur Operasional RSDH Ns Siti Kamilah, menjawab, “Kita hanya butuh waktu 30 menit,” jawabnya.

Atas jawaban Direktur Operasional RSDH tersebut, Dandim 0608/Cianjur langsung menanyakan adanya pengaduan dari pasien. “Lah ini ada pasien, saya tanya, katanya sudah dua jam belum ada hasil tes antigen,” tanya Dandim lagi.

Mendengar jawaban Dandim, Direktur Operasional RSDH Ns Siti Kamilah hanya diam membisu.

Bupati Cianjur H. Herman Suherman pun menanyakan banyaknya keluhan dari masyarakat yang berkenaan pelayanan pasien Covid 19 di RSDH Cianjur.

“ Saya banyak mendapat keluhan dari masyarakat mengenai pelayanan pasien Covid 19, mulai dari penolakan hingga minimnya fasilitas ruangan isolasi,” tanya Herman pada pihak manajemen RSDH Cianjur.

Ketua DPRD Cianjur Ganjar Ramadhan pun langsung mengatakan hal yang sama. Sebagai wakil rakyat, pihaknya sudah banyak menerima laporan keluhan pelayanan Covid 19 di RSDH.

“ Saya juga mendapat laporan dari masyarakat, bahkan ada pasien Covid yang ditolak,” ungkap Ganjar dengan kesal.

Kemudian Kapolres Cianjur AKBP M Rifai, bahkan dirinya harus menghubungi direktur salah satu rumah sakit di Kota Bandung, karena ada warga yang mengadu langsung.

“ Mereka mengadu ke saya tidak dilayani disini (RSDH), sampai-sampai saya sampai harus menelepon direktur rumah sakit di Bandung agar bisa melayani warga Cianjur,” tegas Kapolres.

Bupati Cianjur, kembali meminta RSDH untuk mengedepankan sisi kemanusiaan daripada bisnis. Meskipun rumah sakit tersebut swasta.

“ Tolonglah, saat ini lebih mengutamakan kemanusiaan daripada bisnis. Kasihan masyarakat, banyak yang terpapar dan banyak yang harus ditolong,” kata Bupati.

Bahkan, Kapolres sampai mengingatkan kepada manajemen rumah sakit.  “ Hidup didunia ini hanya sebentar, apa yang dibawa ke akhirat nanti,” tuturnya.

Direktur Operasional RSDH Cianjur, Ns Siti Kamilah, menyatakan, pihaknya akan segera akan melakukan evaluasi dan perbaikan berkenaan dengan banyaknya keluhan masyarakat yang disampaikan Forkopimda.

“ Kami alan evaluasi dan memperbaiki, tapi yang jelas kami tidak menolak pasien Covid 19, bahkan saat ini sudah ada 60 tempat tidur yang tersedia,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here