Open, puluhan tahun mengayuh becak demi menghidupi anak istrinya

Liputan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com –  Dibawah panas teriknya matahari dan kadang rintikan air hujan, dengan penuh semangat serta keyakinan, Open Ependi (64), tukang becak di Jalan protokol Kabupaten Cianjur, berjuang menghidupi keluarganya.

Open mengaku, jadi pengayuh becak sejak tahun 1970an. Kala itu ia masih remaja. Melihat perekonomian orang tuanya yang serba tidak berkecukupan, ia rela turun ke jalan demi membantu orangtuanya.

Dalam perbincangannya dengan awak media, Sabtu (16/06), Open menyebutkan, perjuangan hidup tak seperti yang dibayangkannya. Karena kenyataan sering berkata lain. Antara pahit, manis dan getirnya kehidupan.

Tak dapat yang banyak Open lakukan. Pasalnya, ijazah tak punya dan modal usaha pun tak ada. Apalagi di negara tercinta ini, lapangan kerja begitu sulit. Khususnya bagi Oprn yang tak memiliki ijazah dan keahlian tertentu.

Ditengah keputusasaan, tanpa sengaja dan bukan cita-citanya, ia bertemu dengan seorang tetangga yang memiliki becak kayuh.

” Beberapa bidang pekerjaan pernah saya geluti, dari kuli bangunan, tani bahkan kuli panggul di pasar. Namun terkadang tak dianggap, karena perawakan saya kurus kecil saat itu, namun saya tidak pernah putus asa. Nah, kebetulan tetangga saya punya beberapa becak, saya pun tak urung untuk mencobanya,” ujar Open.

Memang, bukan harapan dan impiannya menjadi seorang tukang becak. Yapi dengan rasa penuh tanggung jawab, dirinya bersikeras untuk mencari rezeki. Diakuinya untuk setoran becak Rp. 500,/hari (pada tahun 1971) saja sulit. Karena belum berpengalaman dan tidak punya pelanggan tetap.

Awalnya, aku Open, ia mau mencari pekerjaan lain. Sebab, untuk setoran becak Rp. 500, – (lima ratus rupiah) saja tidak sanggup. Dukungan dari orang tuanya  yang membuat Open bisa bertahan hidup meski hanya menjadi seorang tukang becak.

Seiring berjalannya waktu, ia mulai mengenal pemilik-pemilik toko yang suka menggunakan jasanya. Hingga ketika lebaran datang, merekalah yang suka memberikan THR, “ Padahal saya tidak memintanya,” aku Open.

Ia berpesan kepada teman senasibnya. Jangan pernah malu untuk bekerja sebagai apapun. Selama itu halal geluti saja dan jangan pernah putus asa. “ Karena Alloh menyuruh kita untuk terus berikhtiar, masalah berhasil atau tidak, itu kembali pada diri sendiri, bagaimana keseriusan kita menjalaninya,” pesan Open.

Teramat mulya usaha yang dilakukan Open. Betapa tidak, Open tiada lelah dan tak pernah mengeluh. Dirinya mampu menghidupi keluarga dan membesarkan anak-anaknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here