Warga Desa Cihea secara gotong royong mencor beton jalan desa menuju jalan yang ke SDN Karangsari

Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews,com – Warga Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi Cianjur Jawa Barat, sekarang sedang sibuk melaksanakan gotong royong (Gorol). Yaitu mencor beton jalan desa menuju SDN Karangsari. Jaln yang dicor beton itu berlokasi di Kampung Batununggul, Desa Cihea..

Menurut keterangan, jalan yang dicor beton itu merupakan jalan terusan menuju Desa Kemang, Kecamatan Bojongpicung. Namun, jalan yang dicor beton hanya baru sepanjang 200 meter, lebar 4 meter dan tinggi 20 cm. Pengecoran jalan tersebut dibiyai dari bantuan dana Pemkab Cianjur ditambah swadaya masyatakat.

Kepala Desa Cihea, Supriatna (62) menerangkan, ruas jalan desa menuju Desa Kemang, tepatnya di Kampung Batununggul, menuju bangunan SDN Karangsari, sekarang itu sedang dicor beton. Pengerjaannya dilakukan masyarakat secara gotong royong.

Supriatna mengatakan, gorol cor beton jalan tersebut, dilaksanakan masyarakat dan Karang Taruna dengan cara bergiliran. Yaitu tiap ke RW-an dan disaat libur sekolah seluruh guru beserta siswa Kelas  IV dan Kelas V, SDN Karangsari, ikut gorol membantu masyarakat dengan sekemampuan mengangkut adukan dalam ember.

Hingga kini gorol bangun jalan, baru mampu menyelesaikan separuh jalan dengan panjang 200 meter dan untuk sementara dihentikan terlebih dahulu. Karena menunggu kering  cor beton yang telah terpasang. Mungkin besok lusa gorol cor beton jalan tersebut  akan diteruskan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Selanjutnya Supriatna mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu melakukan gorol mencor beton jalan desa menuju SDN Karangsari. “ Semoga saja kebaikannya dibalas Allah SWT,” ucap Supriatna.

Sementara itu, Kepala SDN Karangsari, Sutarko (53) menambahkan, dengan dicor betonnya jalan desa menuju SDN Karangsari, pihakya merasa bersyukur. Hingga sempat mengajak seluruh guru dan siswa kelas IV dan V untuk ikut andil melakukan gorol.

Karena bila jalan tersebut  bagus dan rata, maka akan mampu mempermudah menuju sekolah. Hingga sepatu dan pakaian seluruh siswa tidak akan lekas kotor. Selain itu, di dalam kelas akan benar terawat bersih. “ Tidak seperti sebelumnya cepat kotor dan di dalam ruangan kelas selalu banyak tanah merah yang terbawa sepatu siswa,” kata Sutarko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here