Laporan: Sam/Iriyanto

Cianjur, metropuncaknews.com
Ruas jalan Eks tol Haurwangi – Rajamandla, tepatnya di jalan Cagak Kampung Sipon, RW 01 Desa/Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, rawan terjadinya kecelakan lalulintas. Pasalnya, para pengguna jalan kerap melanggar jalan perboden hingga terjadi melawan arus lalulintas.

Seperti yang dialami para pengendara motor pada Minggu (28/11/2021) petang hari dan malam hari terjadi tabrakan adu banteng, hal itu terlihat pada rekaman CCTV milik warga setempat.

Beruntung kejadian tabrakan tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa, hanya para pengemudi motor mengalami luka yang serius dan motornya mengalami rusak parah dibagian depannya.

Ketua RW 01, Desa Haurwangi yang rumahnya tak jauh dari jalan Cagak, Surahman (58) menerangkan, memang benar adanya bahwa di ruas jalan Cagak Kampung Sipon dekat Kantor PJR Cepu XIII Haurwangi, sering terjadinya kecelakaan lalulintas tabrakan motor dengan motor dan kadang mobil dengan motor.

Seperti kemarin sore dan pada malam harinya terjadi tabrakan motor dengan motor dan motor nabrak mobil yang sedang memutar arah, hal itu terjadi biasanya pengguna jalan melawan arah masuk pada ruas jalan Perboden.

Namun sayang, rambu Perbodennya sekarang tidak ada dan hanya tinggal rambu penunjuk jalannya saja, itupun sudah terlihat kusam,” tidak adanya rambu Perboden itu dicopot anggota polisi dan LLD ketika saat itu ada Presiden Jokowi ke Poklan Haurwangi hingga sekarang rambu tersebut tidak dipasang lagi,” Ucapnya.

Ia meneruskan, diharapkan pada pihak yang berkompenten, rambu perboden dipasang lagi dan rambu jalan lainnya mohon diurus supaya terlihat jelas oleh para pengguna ruas jalan juga diharapkan pada seluruh pengguna jalan jangan nekat untuk melawan arus atau nerobos jalan perboden supaya tidak terjadinya kecelakaan lalulintas

“Rambu perboden mohon dipasang lagi dan rambu lainnya diurus supaya terlihat jelas oleh para penggunaan dan pada warga sekitar diharapkan jangan nekat masuk ruas jalan Perboden,” tambahnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kecamatan Haurwangi, Kang Mahram (50) menambhakan, benar adanya, di ujung jalan eks tol Haurwangi, kerap pengguna jalan melawan arus, masuk pada ruas jalan perboden, hingga sering terjadi tabrakan antar kendaraan.

Untuk menekan terjadinya kecelakaan lalulintas di tempat tersebut, itu harus ditanggulangi dengan serius dan harus turun tangan antara Pemerintah Kecamatan, Desa pihak Kepolisian, Dishub dan PJR itu sendiri yang tiap hari bertugas disekitar lingkungan, pungaksnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here