Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com –Malang nian nasibIwan Gunawan (38) warga Gang Rinjani RT 04/12 Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur. Hidup terlantar tak punya arah tujuan. Kemana Iwan pergi, dua putri kembarnya yang masih balita selalu dibawanya.

Menurut keterangan, selama kurang lebih 8 bulan, tiap hari berjalan melangkahkan kaki menelusuri lorong jalan gang maupun jalan raya mencari sesuap nasi untuk makan kedua putrinya. Poskamling, trotoar di pinggir jalan, mushola dan menjid tempat mereka berteduh disaat sudah lelah dan juga dijadikan tempat tidur.

Iwan Gunawan saat dihubungi mengatakan, dirinya  hidup terlantar seperti itu, awalnya karena rumah yang didiaminya dijual pihak keluarga. Saat itu pula mereka pindah  ke rumah mertuanya di salah satu kampung di Kecamatan Sukanagara.

Karena keadaan ekonomi yang tak menentu, akhirnya dengan terpaksa istri Saadah berangkat kerja menjadi TKI ke Malaysia. Namun belakangan ini kira 8 bulan yang lalu, pihaknya putus komunikasi dengan istrinya. Nahasnya lagi, mertuanya juga menyuruh Iwan untuk meninggalkan rumah. Maka dengan terpaksa Iwan bersama putri kembarnya, pergi meninggalkan rumah mertuanya.

Karena belum siap hidup mandiri, Iwan terpaksa kembali ke kampung halaman Gang Rinjani. Beruntung, ada tetangganya waktu dulu yang baik hati. Iwan diberi pinjam kamar untuk tinggal selama masih belum punya rumah.

Namun sayang mau kerja serabutan pun sulit. Karena kedua anak kembarnya yang masih balita sulit untuk ditinggalkan atau dititipkan pada orang lain atau saudara. Karena itu.  terpaksa kemana pun ia pegi selalu dibawanya.

Tak tahu apa yang harus dikerjakan, Iwan bersama dua putri kembarnya menelusuri jalan mesti tak tentu arah tujuan. Poskamling, trotoar, mushola dan masjid dijadikan tempat istirahat pada malam hari.

Saat berjalan kaki menuju arah Bandung, tepatnya di Kampung Andir Desa Cibiuk Ciranjang, Iwan bertemu dengan Kang Rukman Pemilik Yayasan  Ruang Jiwa Insani. Iwan bersama dua putrinya di suruh mampir dan nginap. Setelah sehari semalam menginap di Yayasan Iwan meneruskan niatnya untuk berjalan kaki ke Bandung yang ditak jelas tujuannya. “ Karena tak tentu arah tujuannya, maka kami   balik lagi jalan kaki menuju Cianjur,” ucap Iwan yang terlihat letih.

Sementara itu, pemilik Yayasan Ruang Jiwa Insani, Rukman (50) mengatakan, yayasan yang ia miliki itu hanya untuk mengurus ODGJ. Tadinya dikira Iwan tersebut tergolong ODGJ. Ternyata bukan, melainkan hanya tuna wisma, akibat ketidak mampuan. Ingin mencari nafkah terhalang kedua putri kembarnya yang masih balita.

Saat kedua putrinya ditanya mengakui, mereka berangkat kemanapun selalu jalan kaki dan tidur dimana saja. “ Karena itu, tentu saja harus ada solusi dari pihak saudaranya atau dari pihak Pemkab Cianjur, karena kasihan sama dua orang putri kembarnya yang masih Balita,” ucap Rukan, Kamis (15/04).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here