Itikaf di masjid jadi pilihan santri dan warga Desa Sukamaju Cianjur

Liputan : Shandi

Cianjur,  metropuncaknews.com – Nampaknya masih ada yang berasumsi, peringatan malam tahun baru adalah malam untuk berpesta pora. Namun pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan pemuda dan jamaah pengajian di Desa Sukamaju, Cianjur.

Pada peringatan malam tahun baru yang mereka lakukan adalah memilih itikaf di Masjid serta melakukan doa bersama, berdzikir dan bersholawat sekaligus tasyakur bin’nikmat kepada Allah SWT, Selasa (1/1/2019).

Agus Iwan (40) seorang warga Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur mengatakan, dirinya bersama keluarga memilih pergi ke taman kota Pemda Cianjur. Hanya sekedar duduk dan santai bersama istri dan anak, sambil menunggu tibanya pergantian tahun 2018 ke 2019.

” Tapi tidak berlangsung lama sih, cuman bentar saja. Setelah itu pergi ke Masjid untuk doa bersama. Pasalnya, hujan gerimis malam itu. Kalau warga lainnya tidak tahu mengkin sampai pukul 12.00 WIB sepertinya,” aku dia saat ditemui awak media.

Pantauan malam pergantian tahun 2018-2019 di beberapa titik lokasi di Cianjur khususnya, beberapa ruas jalan pusat kota padat merayap. Pasalnya, banyak warga berbondong-bondong pergi ke luar rumah bersama keluarga. Seperti yang terlihat di Jalan Amalia Rubini macet, lalu Jalan Siliwangi dan beberapa jalan utama jantung kota lainnya.

Sementara, Dadan (22) warga lainnya memaparkan, kalau dirinya memilih tidak kemana-mana. Ia  bersama temannya lebih kepada atau menghabiskan waktu di Masjid memanjatkan doa bersama. Tahun ini mayoritas warga memilih berdiam diri di rumah masing-masing bersama keluarganya. 

” Ya, khususnya di Cianjur. Tapi tidak tahu kalau di daerah lain, seperti halnya di kampung saya memilih banyak berdzikir dan sholawat di Masjid bersama dengan tetangga lebih aman dan tidak terjebak macet juga kontek hal lain diharapkan terjadi,” akunya diamini, Arif (20), dan Yandi (20) dua pemuda lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here