DA, aktivis yang jadi korban kekerasan memperlihatkan buti lapoan polisinya

Liputan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Tim Advokasi Presidium Rakyat Cianjur, menyesalkan atas insiden terjadinya tindakan kekerasan terhadap salah satu aktivisnya. Kekerasan tersebut terjadi DA saat audensi di Dinas PUPR Kabupaten Cianjur, Jumat (25/5) lalu, sekira pukul 14.00 WIB

Salah seorang Tim Advokasi Presidium Rakyat Cianjur Sugih Mukti, Zulkarnaen mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan tindak kekerasan yang dilakukan oleh beberapa orang terhadap aktivitis  yang sedang melakukan audiensi (hearing) dengan Dinas PUPR Cianjur, terkait dengan beberapa permasalahan Cianjur.

” Ya, kami sangat menyesalkan dan miris melihat kejadian seperti ini. Kami mendesak Polres Cianjur, untuk segera mengusut tuntas dan memproses sesuai hukum atas tindakan kekerasan itu serta kami akan mengawal kasus tersebut,” kata dia.

Pihaknya menyebutkan, DA merupakan aktivis korban tindakan kekerasan. Dirinya sudah melaporkan kejadian tersebut ke penyidik Polres Cianjur. Sebelumnya saat sedang melakukan audensi secara spontanitas, sekelompok massa datang menghampiri, tanpa banyak tanya langsung melakukan penyerangan hingga pemukulan.

” Berdasarkan pengakuannya, ia dipukul sampai empat kali hingga menyebabkan luka memar di muka,” timpal salah seorang kuasa hukumnya, kemarin.

Sementara, saat ini kasus dugaan penganiyaan atau tidak kekerasan yang diduga dilakukan kepada korban, DA sudah dilaporkan dan langsung ditangani pihak kepolsian Polres Cianjur.

Hal lain ditemui terpisah, salah seorang kuasa hukum terlapor, Yudi Junadi mengatakan, permasalahan ini masih proses penyelidikan di Polres Cianjur. Terlalu prematur bila disimpulkan telah terjadi pemukulan, pihaknya akan menunggu sesuai proses hukum yang sedang berjalan.

” Nah, perisitiwa pemukulan itu bila memang terbukti dipicu oleh postingan DD yang isinya hate speech. Hal ini sudah dilaporkan ke Polres (Sabtu kemarin,red) dengan kesengajaan sesuai Pasal 27 UU ITE dengan ancaman 6 tahun,” jelasnya saat dihubungi awak media, Minggu (27/5).

Pihak kuasa hukum IR akan terus mendesak agar kasus hate speech sebagai pemicu kekerasan dan konflik segera diusut tuntas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here