Laporan : Sam/Iriyanto

Cianjur, metropuncaknews.com – Sebanyak 12 papan Kaligrafi Asmaul husna yang dipasang di tebing pinggir jalan raya Cianjur – Bandung, tepatnya di Rest Area Citarum Desa Haurwangi Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur, kurang mendapat perhatian dan perawatan berbagai pihak. Hingga terlihat kumuh, banyak yang rusak dan tidak sedikit tulisan kaligrafi dibagian atas tertutup rumput.

Informasi yang dapat dihimpun, rusak dan kusamnya kaligrafi Asmaul Huana tersebut, diduga kurangnya pemeliharaan dari berbagai pihak. Seakan dibiarkan begitu saja juga seakan tidak memiliki makna yang berarti. Padahal Asmaul husna tersebut memiliki makna yang pasti yaitu nama 99 nama Allah Swt.

Karena itu, diharapkan pada Pemkab Cianjur, agar kaligrapi Asmaul Huana tersebut segera di perbaiki. Diurus dan diawasi tiap saat. Supaya tidak terlihat kumuh dan rusak.

Selain itu, diharapkan jangan melihat siapa yang mulanya membangun. Tapi siapa saja yang menjadi pimpinan Pemkab Cianjur, itu lah yang berhak dan berkewajiban untuk memelihara dengan penuh keseriusan.

Juga harus ingat pada biaya pembangunan kaligrafi Asmaul Huana Citarum tersebut. Bukan biya kecil dan menggunakan biaya dari APBD Cianjur dengan nilai yang cukup signifikan. “ Yaitu mencapai  dengan nilai milyaran rupiah,” ujar Mahram (53) salah seorang pemantau pembangunan Kabupaten Haurwangi.

Senada dengan yang Mahram, tokoh masyarakat Kecamatan Haurwangi Endang Kohar (55) menambahkan, sebenarnya di wilayah Kecamatan Haurwangi banyak bangunan yang dibangun pemerintah akhirnya terbengkalai dan kurangnya pemeliharaan.

Seperti halnya, Kaligrafi Asmaul Huana kurang pengurusannya. Bangunan Mesjid Almuhtar yang berlokasi di Rest Area Citarum, belum dipakai sudah banyak yang rusak. Kemudian Masjid Provinsi Jawa Barat yang berlokasi di pinggir jalan raya Cipeuyeum dan banyak lagi bangunan gedung milik pemerintah yang tidak difungsikan, hingga rusak.  

Seluruh aset tersebut seakan dibiarkan begitu saja. Mulanya seakan asal bangun saja. Seperti tidak memiliki plening yang pasti. “ Melihat kenyataan tersebut,  kami mengharapkan Pemkab Cianjur maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera lakukann pengawasan dan diperhatikan supaya aset tersebut tidak mubazir,” kata Endang Kohar.

Dilain pihak Camat Haurwangi, Iwan Karyadi menjelaskan, kaligrafi Asmaul Husna di jalan Citarum, memang sudah banyak yang rusak. Karena itu, dalam waktu dekat akan diperbaiki oleh pihak Pemkab Cianjur. Demikian juga mengenai banyaknya sampah dan rumpun, tiap pekan dibersihkan, dibabat pihak Desa Haurwangi.

“ Mungin sekarang sudah banyak lagi sampah dan rumput yang tumbuh, dengan itu kami bersama pihak Desa Haurwangi, Sabtu dan Minggu besok akan melakukan pembersihan sampah dan rumput yang ada di lingkungan kaligrafi Asmaul Huana Citarum,” jelas Camat Haurwangi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here