Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Belasan orang  warga Kp Pasir Honje  RW 08 dan warga Kp Pasir Gudang RW 97 Desa Cibiuk Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, terserang penyakit Chikungunya.

Sebahagian warga mulai berangsur sembuh. Satu orang warga Kp Pasir Gudang, Vera (50) masih dirawat di RSUD Cianjur. Maka dengan maraknya penyakit Chikungunya warga setempat minta pihak Pemkab Cianjur segera lakukan penyemprotan (foging).

Ketua RW 07 Desa Cibiuk Tatang Permana (46) menjelaskan, mulanya mendengar adanya 9 orang yang terserang Cikungunya. Hal itu terjadi pada warga Kampung Pasir Honje RW 08 dan sekarang sudah mulai sembuh.

Mulai dari 4 hari kebelakang hingga sekarang, sebanyak 9 orang warga Kp Pasir Gudang RW 07 terjangkit Cikungunya. Mereka diantaranya ,  H. Elan (62) Neti (60), H. Gaos (60), Eno (60) Vera (50) Enung (53), Neng Mulyati (32), Sultan (7) dan Kefin (3). Mereka secara bergantian terserang penyakit chikungunya. Hanya Vera yang hingga kini masih dirawat di RSUD Cianjur.

Adanya warga yang terserang Cikungunya, Tatang merasa bingung juga riskan.  Karena warga yang terserang serangan penyakit chikungunya, itu saling berganti, seperti keluarga Neti. ” Suaminya duluan terserang chikungunya setelah sembuh kemudian  Neti terserang juga, hingga kini masih terlihat sempoyongan,” ujarnya.  

Karena itu Tatang berharap, Pemkab Cianjur khususnya Dinas Kesehatan mohon segera turun tangan. “ Karena penyakit Cikukunya takut terus menyerang warga,”  ucap Tatang pada awak media, Jumat (27 /11).  

Sementara itu, Kepala Desa Cibiuk Dahlan Rifa’i (52) mengatakan, memang benar adanya. Dibeberapa kampung yang ada di Desa Cibiuk telah terjadi adanya belasan warga yang terserang penyakit chikungunya. Sebahagian sudah mulai sembuh dan melakukan berobat secara pribadi. Ada pula warga yang masih dirawat di RSUD Cianjur.

Kejadian tersebut sambung Dahlan, telah dilaporkan pada pihak Kecamatan Ciranjang dan Puskesmas Cikondang. Sekaligus mohon bantuan antisipasi dengan melaksanakan foging. Namun permohonan  tersebut masih belum ada realisasinya. Alasannya masih mencari lokasi yang menjadi titik sumber penyebabnya.

“ Lokasi titik penyebabnya itu diduga dari saluran irigasi yang airnya menggenang dan genangan air sawah milik konsorsium  PT. GSI yang selama ini tidak difungsikan,” ujar Dahlan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here