Mak Odah hidup dalam kesendiriannya, kini terbaring melawan sakit yang dideritanya

Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Mak Odah (85) warga Kampung Pasir Gede RT O1/04, Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, hidup sebatang kara. Mendiami  gubuk reyot dengan ukuran 2,5 X 2 meter. Untuk makan sehari-harinya hanya menunggu belas kasihan para tetangganya. 

Sekarang Mak Odah sedang menderita sakit. Namun bila dirawat di rumah sakit, tidak ada orang yang menunggunya. Terpaksa Mak Odah diam di rumahnya tanpa ada yang menemaninya. 

Selain Mak Odah, ada lagi warga lain yang sependeritaan. Ia adalah  Ikem (76) warga Kampung Rawabango RT01/07,Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang. Ia pun hidup sebatang kara, mendiami gubuk reyot ukuran 3 x 2 meter. Utuk makan sehari hari hanya pun sama dengan Mak Odah, hanya menunggu belas kasihan orang lain.  

Dua sosok anak manusia yang kurang beruntung tersebut, sangat mendambakan hidup layak. Minimal bisa makan dan tidur tidak kedinginan. Karena sangat wajar kiranya, kalau Mak Odah dan Ikem sangat mengharapkan perhatian berbagai pihak. Seperti halnya donasi dan uluran tangan dari dermawan mapun pihak pemerintah.

Ironisnya, derita yang dialami Mak Odah dan Ikem itu telah lama terjadi. Bahkan jauh sebelumnya, telah diajukan untuk mendapat bantuan perbaikan rumah, maupun utuk makan sehari harinya. Tapi nyatanya hingga kini belum ada yang peduli secara serius. Hanya  para tetangganya yang peduli. Itu pun pun hanya sebatas memberi makannya saja. 

Sementara itu, Kepala Desa Mekargalih, Ciranjang Taryat Bibrata mengatakan, pihaknya mengetahui keberadaan dua warganya yang kurang beruntung itu. Keduanya mendiami rumah yang tidak layak huni dan kehidupannya sehari-harinya memprihatinkan. Tapi belum ada tindakan nyata yang dapat membantu meringankan beban penderitaan Mak Odah dan Ikem.

Menutut informasi dari Ketua RT/RW setempat dan para tetangganya,  kehidupan keduanya telah lama terjadi.  Namun tak dapat berbuat banyak. Paling hanya sebatas memberi untuk makan sehari-harinya saja. 

Karena itu, Ketua RT dan warga, dalam waktu dekat akan segera mengusulkannya pada pihak Pemkab Cianjur melalui pihak desa dan kecamatan, supaya kedua orang yang kurang beruntung itu mendapat bantuan dari Pemkab Cianjur atau dinas instansi terkait.   “ Tapi sebelumnya akan dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan pihak desa dan BPD Mekargalih, supaya mendapatkan masukan lebih akurat dan siapa tahu bisa ditangulangi segalanya disini dengan tanpa adanya minta bantuan ke Pemkab Cianjur,” kata warga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here