Inilah bangunan SDN Bolenglang di Kampung Bolenglang Desa Kertaraharja Kecamatan Pagelaran Kabupaten Cianjur

Liputan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com –  Miris, ditengah gencarnya pemerintah menggelontorkan dana bantuan untuk sekolah, ternyata masih ada sekolah dasar yang kondisinya sangat-sangat memprihatinkan. Buktinya, lihat saja Sekolah Dasar Negeri Bolenglang di Kampung Bolenglang Desa Kertaraharja Kecamatan Pagelaran Kabupaten Cianjur. Kondisi bangunan sekolahnya benar-benar tak layak pakai. Bahkan kondisi bangunan sekolah yang satu ini, nyaris ambruk.

Karena itu, orang tua murid dan guru di SDN Bolenglang sangat membutuh keberadaan ruang kelas baru (RKB). Pasalnya, ruang kelas yang ada saat ini keadaannya sudah tidak layak pakai, bahkan  hampir ambruk.

Yang lebih memprihatinkan lagi, sekolah ini sudah beberapa kali bergonta-ganti kepala sekolah. Namun bangunan ruang kelas, belum ada perbaikan. Seolah-olah dinas terkait pun menutup mata.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, di sekolah tersebut terdapat sekitar 144 murid dengan jumlah guru yang bersetatus PNS sebanyak tujuh orang termasuk kepala sekolah dan dua guru Sukwan (Honor).

Untuk memfasilitasinya perbaikan sekolah,  hampir  setiap ganti kepala sekolah, selalu mengajukan permohonan bantuan dana. Kendati demikian, sampai saat ini, pembangunan ruang kelas baru di SDN Bolenglang Pagelaran belum juga terealisasi.

Bisa jadi, karena lokasinya yang berada pelosok kampung, sehinga SDN Bolenglang itu, tidak tersentuh pemerataan pembangunan. Disisi lain ratusan murid yang belajar di sekolah tersebut sangat menantikan ruang kelas baru guna menopang kegiatan belajar mengajar.

Diakui Dede Dewi Rahmawati bersama siswa-siswi SDN Bolenglang, siswa belajar di panggung terbuka sekolah. Pasalnya ruang kelas II kondisinya sudah rusak dan hampir ambruk.

” Mau gimana lagi pak, daripada kami ketinggalan mata pelajaran, terpaksa kami belajar dipangung terbuka milik sekolah, yang penting bisa belajar,” kata Dewi bersama teman-temannya.

Dewi berharap, bapak-bapak yang ada di pemerintah daerah dan pusat, coba untuk berkunjung ke sekolah. “ Lihat bagaimana kondisi bangunan ruang kelasnya,” kata Dewi dengan mata-berkaca.

Dihubungi melalui telepon seluler Senin, (30/7), Kepala SDN Bolenglang Suhendi Yusup. M.Pd menuturkan, kondisi bangunan ruang kelas I dan II  ditambah 1 ruang kantor memang sudah rusak parah.

” Benar, murid kelas II memang tidak kebagian ruang kelas, soalnya kelas mereka sudah rusak dan dikhawatirkan ambruk, dengan sangat terpaksa mereka harus belajar di pangung terbuka halaman sekolah,” jelas Suhendi.

Menurut dia, kondisi bangunan rusak seperti ini sudah dari dulu. Sebelum ia menjabat kepala sekolah. Mungkin sudah puluhan tahun,kata Suhendi, pihaknya juga kurang begitu mengetahui. Padahal menurut guru yang sudah lama disini, setiap kepala sekolah selalu mengajukan bantuan pembangunan. “ Tapi hinga kini realisasinya belum ada,” kata dia.

Suhendi  juga sempat merasa heran. Sekolah yang sudah lama berdiri tapi tidak tersentuh pembangunan ruang kelas baru.

Suhendi mengatakan, hendaknya pemerintah daerah atau pusat melalui dinas terkait, segera turun langsung melihat kondisi sekolah.

“ Saat ini kami sangat mengharapkan bantuan anggaran dana pembangunan ruang kelas baru, karena kalau terus dibiarkan akan semakin parah sehingga tahap dan minat sekolah menurun,” jelas Suhendi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here