Ustadzah Hj. Titim Fatimah

Laporan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com – Qurban yaitu memotong hewan yang telah ditentukan dalam syariat Islam. Ini berawal dari sejarah Nabi Ibrahim As dengan putranya Ismail As. Atas dasar mimpi, petunjuk dari Allah SWT, Ismail rela, ikhlas dan sabar untuk disembelih ayahnya sesuai dalam Alquran Surat Ash Shaafaat ayat 102-107 yang intinya melakukan kesabaran dan tawaqal serta percaya dengan adanya Allah SWT sebagai Tuhannya.

Setelah Ismail berbaring diatas tanah,  langsung Allah SWT mengantinya dengan se ekor domba. Jadi intinya menyembelih hewan qurban harus penuh keikhlasan, sabar,  tawakal dan mengandung nilai sosial yang tinggi. Karena daging qurban harus dibagikan pada fakir miskin, duafa dan jompo.

Ibadah Qurban tergolong sunat muakad dan ada pula ulama fikih menyatakan, Qurban tersebut merupakan ibadah wajib. Hewan qurban yang sah untuk disembelih diantaranya,  domba/kambing yang sudah berusia 1 tahun. Sapi/kerbau berusia 2 tahun. Sedangkan Unta, harus sudah berusia 5 tahun yang disembelihnya pada tgl 10 dzulhijah setelah melaksanakan shalat Idul Adha, tgl 11 dan tgl 12 Dzulhijah.

Selain itu, banyak ketentuan yang harus diperhatikan. Seperti hewan qurban tidak tidak boleh cacat, pincang, sakit. Tapi harus terlihat gagah, sehat dan montok. Karena nantinya akan dibagikan pada orang yang berhak menerimanya dan bila dikomsumsi benar bermafaat juga akan meningkatkan gizi.

Karena itu, diharapkan kepada seluruh Umat Islam yang sudah nisab untuk menyembelih hewan qurban, dipersilahkan membeli hewan qurban yang sehat, mulus dan dagingnya banyak.

“ Mau dipotong sendiri atau mau dititipkan pada panitia qurban yang ada disetiap majelis talim atau pada DKM Mensjid terdekat,” jelas Ustadzah Hj. Titim Fatimah (57), saat tausiyah disalah satu Majlis Talim di Desa  Mayak, Kecamatan Cibeber, Cianjur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here