Laporan : Sandi.

Cianjur, metropuncaknews.com – Kawasan hutan Gunung Pogor di Kampung Cikondang Parakantelu Desa Malati, Kecamatan Naringgul Cianjur Selatan. seluas 1500 meter, diamuk si jago merah. Kejadian tersebut terjadi Minggu (18/8), sekira pukul 18.00 WIB. Beruntung kejadian itu diketahui warga Kampung Cikondang,

Pantauan awak media di lokasi kejadian,  terlihat kobaran api membakar batang-batang ranting kering dan ilalang di pinggir hutan gunung Pogor, yang masuk wilayah RPH Cidaun, BKPH Sindangbarang Cianjur Selatan Jawa Barat.

Warga bersama aparat desa, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Malati dan petugas Polter KPH Cidaun dibantu Polsek Naringgul, dengan sigap memadamkan kobaran api.

Pemadaman tidak berlangsung lama, hanya sekitar kurang lebih dua jam. Semua itu berkat kerja keras semua pihak hingga api berhasil dipadamkan sekira pukul 20.00 WIB.

Salah seorang warga setempat, Waryono (49), mengatakan, kalau kayu tidak ada yang terbakar, hanya alang-alang saja, sebab hutannya sudah gundul.

” Pemadaman dilakukan dengan berbagai macam cara dan alhamdulillah tidak berlangsung lama api sudah bisa dipadamkan, hingga tidak masuk ke dalam hutan dan membakar pohon-pohon kayu lainnya,” kata Waryono.

Warga lainnya, Adam (42), menambahkan, mengetahui adanya api yang membakar hutan pukul 18.00 WIB, warga tanpa pikir panjang lagi, langsung saja menuju lokasi, Warga dengan alat seadanya berusaha memadamkan api.

” Pertama terlihat kobaran api di ujung jalan Parakantelu. Warga  langsung menuju titik api dan berusaha memadamkannya. Beruntung api tidak menjalar kedalam hutan, hanya dipingiran hutannya saja, jadi hanya alang-alang yang terbakarnya,” tambah Adam.

Sementara di tempat terpisah, salah seorang Anggota Polter Perum Perhutani KPH Cidaun Asep Asbo, menejelaskan, yang terbakar itu berada dilokasi kawasan hutan dititik blok petak 24 gunung Pogor Kampung Cikondang. Lokasi itu  yang menyambungkan ke Kampung Parakantelu, berbatasan dengan hutan lindung BKSDA, kurang lebih ada sekitar tiga patok atau  dikisaran 1500 meter.

” Titik api datangnya dari tengah, belum jelas penyebab munculnya api berasal dari mana, tapi dugaan sementara ada orang yang iseng,” tuduhnya.

Lanjut Asbo, tidak adanya air, jelas sangat menyulitkan petugas dan warga untuk melakukan pemadaman api. Namun dengan anggota Polsek Naringgul, LMDH, juga dibantu warga sekitar melakukan berbagai cara untuk memadamkan api.

” Dalam waktu sekitar dua jam, api bisa kami padamkan. Adanya kejadian kebakaran hutan ini, sudah kami laporkan ke pihak KRPH dan Asper. Rencananya, besok siang bersama jajaran Polsek Naringgul, akan melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api. Untuk malam ini, kami terus melakukan patroli di lokasi, karena dikhawatirkan api kembali membesar,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here