Dialog interaktif yang diselenggarakan HMI Cianjur di kantor DPRD Cianjur

Laporan : Cece/Purwa

Cianjur, metropuncaknews.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Al Fatih Cabang Cianjur, selenggarakan dialog interaktif. Kegiatan tersebut digelar di kantor DPRD Cianjur, Selasa (8/1) kemarin.

Menurut keterangan, acara tersebut digelar guna  mengenali dan memahami keberadaan Lesbian, Gay, Biseksual, Dan Transgender / Transeksual (LGBT) di era westernisasi. Karena hal tersebut sudah menjadi permasalahan yang serius di negeri ini dan berdampak pada agama, sosial budaya dan kesehatan yang baru akan dialami beberapa tahun kemudian. 

Hadir pada acara tersebut, para aktivis perempuan yang  juga turut mendeklarasikan penolakan terhadap LGBT. Acara tersebut diikuti 100 peserta dari berbagai kalangan usia. Terutama kalangan anak SMA di Kabupaten Cianjur.

Para peserta dialog menyatakan, menolak keras perilaku-perilaku yang menyimpangan dan mencoreng nama baik bangsa Indonesia khususnya Kabupaten Cianjur. Selain itu, juga mengutuk segala hal yang berbau LGBT.

Untuk itu, pada pemerintah Kabupaten Cianjur diharapkan untuk bersikap proaktif dalam memberantas LGBT. ” Kami mendesak pemerintah daerah melalui DPR membuat undang-undang tentang LGBT dan kami mengajak masyarakat Kabupaten Cianjur untuk peduli sebagai bentuk dukungan pengentasan LGBT,” ujar Iya Aliyawati, Ketua Umum KOHATI Cabang Cianjur.

LGBT adalah akronim dari Lesbi, Gay, Biseksual, dan Transgender, (LGBT), Istilah ini digunakan pada tahun 1990-an dan menggantikan frasa komunitas gay, Selain itu lahirnya gerakan LGBT itu sendiri sudah diadopsi di beberapa belahan dunia ini. Puncaknya ketika Obama mendukung dan membuat undang-undang yang melegalkan pernikahan sejenis.

” Tak mengherankan jika pada era globalisasi dan modern ini gaya hidup atau life style merupakan hal yang penting dan kerap dijadikan ajang untuk menunjukan identitas diri  hingga lupa akan pembatas dan melupakan asas-asas kemanusiaan,” sambung Iya.

Keadaan inilah yang disoroti para aktivis perempuan sampai mengadakan dialog interaktif yang didalam topik pembahasannya terdapat beberapa aspek. Diantaranya agama, dampak sosial dan kesehatan.
Untuk itu, penting dialog interaktif dengan membahas LGBT ini, karena sesuai dengan surat edaran yang di keluarkan Pemkab Cianjur mengenai pencegahan LGBT yang dari tahun ke tahun LGBT ini terus meningkat.

” Selaku aktivis perempuan, Kohati Komisariat Al-Fatih mengukur kasus tersebut bukan lagi masalah yang harus diselesaikan oleh setiap individu ataupun keluarga, tetapi peran aktif dan ketegasan masyarakat serta pemerintah agar para pelaku LGBT jera dengan prilakunya,” ujarnya menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here