Aksi Unjuk Rasa yang digelar HMI Cabang Cianjur di depan kantor DPRD Cianjur

Laporan : Cece/Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com РAksi unjuk rasa Aliansi mahasiswa UNSUR yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cianjur digelar di depan kantor DPRD Kabupaten Cianjur. Kamis 20/12.

Aksi tersebut dilakukan untuk umat muslim di kota Uyghur Provinsi Xinjiang yang terletak di barat laut China agar dibebaskan beragama dan hentikan penindasan umat muslim.

Kota Uyghur adalah sebuah wilayah yang mencakup padang pasir semi-gurun yang luas di utara dan cekungan gurun yang besar yang dikelilingi kota-kota oasis bersejarah di selatan.

Daerah ini sudah terkenal selama berabad-abad untuk Jalur Sutra kuno dan saluran perdagangan dan budaya yang berkembang antara Cina dan seluruh dunia. Daerah ini juga dikenal sebgai wilayah yang kaya akan batu bara, gas alam, dan minyak. Selain itu daerah yang mereka tinggali adalah wilayah yang memiliki fungsi strategis dalam mencapai kebijakan ekonomi , di Negeri Cina.

 

Ketua umum HMI Cabang Cianjur Paisal Anwari mengatakan, stabilitas di Xinjiang yang menjadi tempat tinggal Muslim Uyghur sangat penting bagi keberhasilan “One Belt One Road”. Yaitu sebagai pengembangan infrastruktur global besar-besaran yang ditujukan untuk memperkuat hubungan China dengan Asia Tengah dan sekitarnya.

Namun, penindasan yang dilakukan Pemerintahan China malah memicu konflik dan perlawanan dari Muslim Uighur. Sehingga Pemerintahan China memerangi mereka dengan dalih yang dikenal dengan tiga kekuatan kejahatan & apos ekstremisme religius, separatisme dan terorisme.

Sangat disesalkan dengan adanya tindakan represif yang dilakukan Pemerintahan Cina terhadap etnis muslim Uyghur yang menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap etnis muslim dan kelompok muslim lainnya di Xinjiang Cina.

Sekjen HMI Dede Romansyah menambahkan,  HMI mengutuk keras upaya pemurtadan agama yang dilakukan Pemerintahan Cina terhadap etnis muslim Uighur. Untuk itu, pihaknya menuntut Pemerintah Indonesia untuk bersikap pro aktif dalam menyikapi tragedi kemanusiaan di Xinjiang Cina.

Melalui Pemerintah Indonesia untuk segera mengakhiri perlakuan tidak manusiawi terhadap etnis muslim Uighur.

” untuk itu, pada seluruh warga Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya untuk ikut peduli sebagai bentuk dukungan internasional terhadap etnis Uighur di Cina, ” ucap Dede dengan nada tegas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here