Ketua HMI Cabang Cianjur, Faisal Anwari

Laporan : Cece

Cianjur, metropuncaknews.com – Setiap 10 Desember, negara-negara di dunia memperingati Hari Hak Asasi Manusia. Termasuk di Indonesia. Peringatan Hari Hak Asasi Manusia bukan hanya pada acara serimonial saja, namun harus terwujud sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang dan rumusan RKUHP yang ditetapkan oleh pemerintah dan DPR.

10 Desember menandakan lahirnya Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia pada 1948. Indonesia telah memberikan jaminan penghormatan Hak Asasi Manusia pada UUD 1945, UU No 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan berbagai konvensi Internasional tentang Hak Asasi Manusia yang telah diratifikasi Indonesia. Hal ini pun telah tertuang dalam konsideran UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cianjur Faisal Anwari memaparkan, dasar hukum Hak Asasi Manusia telah menjadi issue yang mendunia. Disamping demokrasi dan masalah lingkungan hidup bahkan telah menjadi tuntutan yang sangat perlu perhatian yang serius bagi negara untuk menghormati, melindungi, membela dan menjamin hak asasi warganegara dan penduduk tanpa diskriminasi.

” Hak Azasi Manusia mengandung prinsip moral dan norma-norma yang menggambarkan dari perilaku manusia, dan dilindungi secara hak-hak hukum dan hak-hak internasional,” ujar Faisal.

Hak Asasi Manusia yang sudah dimiliki dari lahir yang dia sudah punya, tidak bisa diambil oleh orang siapapun. Hak Asasi Manusia adalah merupakan hak dasar dan hak pokok dari sebuah kehidupan bagi seseorang sendiri. HAM yang mempunyai hak fundamental, yang berarti tidak bisa dicabut atau diambil dimana saja selama manusia itu masih ada dan berada dimana saja.

Karena itu pemerintah menetapkan dasar hukum HAM yang terdapat pada undang-undang dasar 1945. Selain itu ada yang mendasari dari suatu hukum Hak Asasi Manusia yang ada di Indonesia. Pancasila yang mempunyai dasar-dasar sebagai pelindung hukum dalam Hak Asasi Manusia juga mempunyai harkat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Pengakuan Pancasila dalam HAM mengetahui, kita sederajat dan sama dalam mengembangkan kewajiban dan memiliki hak yang sama serta menghormati sesama manusia tanpa membedakan menurut keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan social, warna kulit, suku dan bangsa. Mengembangkan sikap saling mencintai sesamam manusia, sikap tenggang rasa, dan sikap tidak sewenang-wenang terhadap orang lain.  Selalu bekerja sama, hormat menghormati dan selalu berusaha menolong sesama.

Mengembangkan sikap berani kepada diri sendiri dan kepada sesama dalam membela kebenaran dan keadilan serta sikap adil dan jujur menyadari, bahwa manusia sama derajatnya. Sehingga manusia Indonesia merasa dirinya bagian dari seluruh umat manusia. Pembukaan UUD 1945 Dalam pembukaan Indonesia yang bertuliskan “kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, dan oleh karena itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

” Pernyataan ini adalah kalimat yang merupakan suatu unsur pernyataan universal karena semua bangsa ingin merdeka. Bahkan, didalam bangsa Indonesia yang merdeka, juga ada rakyat yang ingin merdeka, yakni bebas dari penindasan oleh penguasa, kelompok atau manusia lainnya, ” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here