Tak sabar menunggu jalan dobuka kembali, banyak pemudik yang nemilih jalan pintas melalui jalan desa

Liputan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Tak sabar menunggu macet, ratusan kendaraan roda dua, roda empat bahkan lebih, menggunakan jalan tikus di pedesaan. Tujuannya untuk menghindari macet dan one way atau jalan satu arah.

Parya pemudik ang mendominasi pemakaian jalan tersebut sebagian besar mereka yang hendak berkunjung ke sanak saudaranya.

Berbeda dengan mereka yang hendak kembali pulang ke Jakarta, Bogor dan sekitarnya, antrian mobil di jalan Moh. Nuh, Asten Cianjur dengan sabar menunggu giliran dibuka sembari beristirahat.

Ditemui awak media Muhidin (49) pemudik asal Tangerang mengatakan, dirinya mengaku santai saja dengan adanya one way tersebut.

” Buat saya adanya one way seperti ini santai saja, kalau kita terobos-terobos jalan kita kan nggak tau jalan, kalau nyasar bisa tambah repot nanti,” akunya sambil menunggu one way dibuka, Selasa (19/6).

Hal senada juga dikatakan oleh Rosi (32), salah seorang karyawan swasta Jakarta asal Tasikmalaya. Ibu satu orang ini merasa tak keberatan dengan adanya one way.

” Dengan diberlakukannya buka tutup ini, artinya polisi yang bertugas bermaksud baik, selain mengatur perjalanan tidak macet, mereka juga memberikan kesempatan kepada para pengendara untuk beristirahat,” tuturnya.

Masih dikatakannya, kasihan mas kemarin selama di kampung suaminya kecapean, antar sana antar sini bersilaturahmi dengan keluarga. “ Belum lagi sekarang balik ke Jakarta mana besok sudah mulai masuk kerja, jadi menurut saya adanya buka tutup jalan sangat berguna untuk para pengendara,” pungkasnya.

Berbeda dengan para pengendara yang terburu-buru, mereka lebih memilih jalan pintas untuk segera sampai ketempat tujuan.

Ditempat yang berbeda di jalan pintas dari jalan Moh. Nuh BLK Cianjur yang tembus ke jalan raya nasional Cianjur–Puncak, kawasan Kampung Kedung Hilir Cangklek Cianjur, Taufik pemudik asal Jakarta yang menikah dengan orang Cianjur menuturkan, ia terburu-buru karena waktu libur kerja mepet harus kembali bekerja. “Mumpung suasana masih lebaran, jadi saya menyempatkan diri untuk bertemu mereka,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here