Hiasan kaligrafi Asmaul Husna, kini tulisannya banyak yang rusak, karena itu para tokoh agama minta kalau hiasan tersebut tidak diurus dengan serius, sebaiknya dibongkar saja

Laporan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com – Hiasan kaligrafi Asmaul Husna yang dipasang di kiri kanan tebing pinggir jalan raya Eks Tol Jembatan Citarum, Kecamatan Haurwangi, banyak yang rusak. Hal itu terjadi akibat kurangnya pemeliharaan. Rusaknya kaligrafi Asmaul Husna itu banyak disoal para pemuka Agama Islam.

Pasalnya, nama Asmaul Husna,  itu merupakan nama Sang Holiq Pencipta Alam. Maka jika huruf-huruf Asmaul Husna rusak atau hilang satu huruf saja, tentu tidak akan membentuk huruf aslinya. Maka artinya pun akan bererubah pula. Karena itu, bila  tidak cepat diperbaiki juga tidak diurus, sama degan penistaan agama. Maka sebaknya, hiasan kaligrafi Asmaul Husna itu, dibongkar saja, supaya tidak menimbulkan berbagai prasangka.

Seperti halnya yang diucapkan Ketua Umum Ormas Islam Garis, KH. Chep Hernawan yang akrab disapa Chep Dapet. Sebenarnya mengenai hiasan kaligrafi Asmaul Husna itu jauh sebelumnya sudah dikritisi. Karena tulisan Asmaul Husna takut dijadikan mainan, guyonan atau dianggap sepele.

Sedangkan Asmaul Husna tersebut, nama-nama Sang Kholiq, Pencipta Alam Semesta. Ternyata yang dikhawatirkan sebelumnya itu sekarang terjadi. Terbukti, banyak huruf-huruf hiasan kaligrafi tersebut banyak yang rusak. Hurufnya banyak yang hilang dan tidak segera diperbaiki juga hingga terkesan kumuh dan kurang terpelihara.

Karena itu, pihaknya mohon pada Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar dan jajaranya, agar hiasan kaligrafi Asmaul Husna tersebut, segera diperbaiki, dipelihara dan perhatikan dengan serius.

“ Bila tidak segera diperbaiki, dipelihara dan diperhatikan, ebih baik dibongkar saja, supaya tidak terkesan melecehkan agama Islam,” tegas Chep Dapet.

Hal senada diucapkan Pemuda Kecamatan Haurwangi Mahram (50). Menurut dia, rusaknya hiasan kalografi itu karena menempelkan hurupnya hanya menggunakan lem kaca. Selain itu akibat sering dipanjadi para pemuda yang tidak bertangung jawab, saat mereka berselfi ria dengan mengambil latar hiasan kaligrafi Asmaul Husna.

Mungkin hal itu terjadi,  karena kebodohan dan ketidak tahuan mereka terhadap tulisan kaligrafi Asmaul Husna atau nama-nama Allah SWT. Maka supaya kita semua tidak ikut terbawa dosa, segera diperbaiki, urus, pelihara dan diawasi semaksimal mungkin.

Bila tidak, mohon segera dibongkar dan diganti dengan hiasan tulisan arab Indonesia atau arab sunda yang memiliki makna motivasi, arahan atau petunjuk. Seperti halnya, Sugih Mukti, Segeralah Shalat Sebelum Dishalatkan, kemudian tulis dengan huruf arab.

“ Tentu saja hal tersebut  tidak akan kalah menariknya denga hiasan kaligtafi yang sekarang banyak disoal para ulama, kiayi,  ustadz dan para santri,” tegas Mahram.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here