Hiasan kaligrafi Asmaul Husna yang dipasang di kiri-kanan tebing jalan di Eks Tol Jembatan Citarum, kini terlihat kumuh karena kurang terawat dengan baik

Laporan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com – Hiasan kaligrafi Asmaul Husna yang dipasang di tebing pinggir jalan raya Eks Tol Jembatan Citarum, tepatnya di Kampung Panaruban Desa/Kecamatan Haurwangi, Cianjur, kondisinya sekarang terlihat kumuh. Kurang terpelihara dan sudah banyak yang rusak bahkan hurufnya berjatuhan.

Tentu saja hal tersebut, banyak disoal berbagai pihak. Seperti halnya beberapa orang pemerhati pembangunan di Cianjur Timur, para Ustadz yang berada di kecamatan setempat.

Mereka mengatakan, pembangunan apapun kalau tidak diurus, dipelihara dengan telaten maka akan terjadi kesan yang tidak bagus. Cepat rusak dan terlihat kumuh.

Salah seorang pemerhati pembangunan Cianjur Timur Erwin Winarko (50) mengatakan, dengan adanya hiasan kaligrafi Asmaul Husna yang dipasang di kiri kanan tebing pinggir jalan raya Eks Tol Jembatan Citarum, sekarang ini sudah banyak yang rusak. Bahkan tulisan hurufnya berjatuhan. Hingga terlihat kumuh dan memiliki kesan kurang terpelihara dengan baik.

Padahal pembangunan hiasan kaligrafi Asmaul Husna tersebut, baru selesai satu tahu yang lalu. Biaya untuk pembangunan kaligrafi itu cukup wah. Yaitu sebanyak Rp. 3 milliar lebih.

“ Karena itu kami mohon, Pemkab Cianjur segera memperbaiki dan mengurusnya dengan baik dan benar, karena kaligrafi tersebut erat kaitannya dengan nama Allah SWT,” ucap Erwin dengan nada kesal.

Sementata itu, tokoh masyarakat Kecamatan Haurwangi, Ustad Dadan Sungkawa menambahkan, rusaknya huruf-huruf kaligrafi Asmaul Husna itu disebabkan banyak faktor. Diantaranya saat dibangun pihak pemborong mengedepankan keuntungan pribadinya. Hingga kualitas bangunannya terkesan asal-asalan. Karena menempelkan hutuf kaligrafinya hanya menggunakan lem kaca.

Selain itu juga kurang terurus dan kurang pengawasan. Hingga sering dipanjanti para pemuda yang tidak bertangung jawab untuk berpoto ria dan  berselvi dengan cara manjat pada huruf kaligrafi tersebut.

Padahal saat dibangun, pihaknya sempat mendatangi Bupati Cianjur H. Irvan Rivano Muchtar ke Pendopo. Saat itu bupati mengatakan, semua pembangunan yang ada di Rest Area termasuk pembangunan kaligrafi Asmaul Husna itu, semuanya tanggung jawab pihaknya. Karena natinya akan dibentuk pengamanan, penjaga, petugas pengawasan untuk menjaga Rest Area dan kaligrafi Asmaul Husna.

Namun nyatanya, sekarang itu tidak terlaksana. Akibatnya, kaligrafi Asmaul Husna banyak yang rusak dan terkesan kumuh. Sedangkan saat itu pijaknya telah membentuk Komunitas Pam Suakarsa. “Namun bupati tidak pernah menindaklanjutinya,” ucap Ustadz  Dadan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here