Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Halaman Masjid Jame Al Muhtar di Rest Area Citarum Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur, ditemukan dijadikan tempat pembuangan limbah yang diduga mengandung zat B3. Limbah tersebut berasal dari beberapa pabrik kain yang ada di Kawasan Bandung.

Belasan truk besar limbah berbahaya itu, tidah hanya membuang limbah di Rest Area Citarum saja, tapi juga di lahan kosong milik LMDH di Kp Kulina Desa Sukatani Kecamatan Haurwangi. Hingga limbah terlihat menumpuk.

Salah seorang satpam Rest Area Citarum Jajaw (35) mengatakan, limbah yang dikemas dalam karung itu, yang kini numpuk di halaman Mesjid Jami Al Muhtar Rest Area.  itu milik salah seorang warga setempat. Ngakunya, limbah tersebut untuk memupuk tanamannya  yang berada di belakang Mesjid Jame Al Muhtar.

Namun, ia tidak mengetahui bahwa itu diduga mengandung limbah B3 yang membahayakan. Ia hanya mengetahui tumpukan dalam karung itu pupuk organik yang jumlahnya kurang lebih 3 truk besar.

Selain itu, 5 truk besar lagi dikirim di tempat kosong milik LMDH di Kp Kulina Desa Sukatani. “ Itu pun untuk pemupukan tananam hias yang dikirim salah seorang warga Padalarang Kabupaten Bandung Barat,” akunya.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Haurwangi Mahram S  (50) menambahkan, oknum warga Bandung Barat yang sengaja membuang limbah yang diduga mengandung B3, di wilayah Kecamatan Haurwangi, khususnya di halaman Mesjid  Raya Rest Area Citarum Haurwangi dan di wilayah Desa Sukatani, itu tidak memiliki etika.

Sebab limbah pabrik tenun biasanya identik dengan limbah yang mengandung B3. Karena hal itu sangat berbahaya, maka pihak oknum warga Padalarang mengirim limbah tersebut. Namanya diganti dengan sebutan pupuk organik, Hal itu ilakukan diduga hanya mengelabui para penerima saja.

 Maka dengan adanya kejadian itu, Mahram menegaskan, pihaknya akan segera mengadukan kejadian tersebut pada Pemkab Cianjur dan aparat yang berwewenang. Karena, pihaknya  tidak menerima wilayah Haurwangi dijadikan tempat pembuangan limbah dan kejadian tersebut bukan sekarang saja tapi hampir tiap tahun.

“ Diharapkan pada Dewan Kesejahteraan Mesjid (DKM) Mesjid Raya Rest Area, pemerintahan setempat, Polsek, Koramil Bojongpicung dan pihak lingkungan hidup mohon segera bertindak, mengecek lokasi yang dijadikan tempat pembuangan limbah yang disebut pupuk organik,” ujar Mahram, Senin (28/09).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here