Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Warga Kampung Pasir Angin Desa Nanggalamekar Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, memiliki budaya yang cukup unik. Yaitu ketika ada acara hajatan, warga yang sedang hajatan menggelar berbagai kegiatan untuk masyarakat.

Namun yang menariknya, acara yang digelar tersebut tak ada bedanya dengan acara yang digelar masyarakat saat merayakan HUT Kemerdekaan RI. Seperti menggelar atraksi  pencak silat, panjat pinang, lomba makan kerupuk, main bola dan lomba makan pisang.

Seperti ketika hajatan, syukuran khitanan Rizika (2) anak bungsu pasangan suami istri (Pasutri) Unang Supardi dan Nia Saribanah Warga Kampung. Pasir Angin RW 13 Desa Nangalamekar Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, Minggu (06/09). Kegiatan tersebut digelar yang sedang melaksanakan acara syukuran.

Selama perlombaan dan panjat pinang berlangsung, suara gedang penca tak pernah berhenti. Uang receh dan hadiah terus disawerkan pada para penonton. Hingga suasana di lapangan terlihat ramai. Masyarakat pun terhibur dan para pedagang ikut kecipratan rejeki dari acara tersebut.

Bapak hajat  Unang Supardi (48) saat dihubungi mengatakan, acara tersebut digelar pihaknya karena merupakan budaya warga Pasir Angin sebagai warisan budaya dari nenek moyang. 

Menurut Unang, budaya tersebut  sempat sempat terhenti (Vakum). Namun pada tahun 1994, budaya tersebut digalakan kembali oleh warga dan bertahan hingga sekarang.

Uanag menambahkan, dirinya memiliki anak seluruhnya laki-laki. Karena itu, saat dikhitan seluruhnya melaksanakan syukuran dengan budaya seperti itu. “ Karena acaranya selain cukup menghibur masyarakat juga seluruh penonton kecipratan rezeki terutama para pedagang karena dagangannya laris manis,”  aku Unang.  

Sementara itu, Kepala Desa Nanggalamekar Hilman S. Kom menambahkan, gendang pencak itu merupakan sebahagian budya warga Desa Nanggalamekar. Karena itu, tiap hiburan peringatan PHBN, PHBI dan syukuran lainnya, warga selalu menampilkan atraksi pencak silat.  

Namun, lanjut Hilman, hiburan gendang pencak yang dilakukan di Kp Pasir Angin agak sedikit lebih dibanding di kampung lainnya yang ada di Desa Nanggalamekar. Karena selain gendang pencak ada juga panjat pinang dan lomba lainnya. Bahkan ada saweran uang receh dan kupon berhadiah yang langsung yang disawerkan sanak saudara dan tetangga keluarga yang sedang hajatan.

“ Hal itu yang membuat unik juga ramai, hingga para pedang yang ada benar laris manis membawa untung. Dengan adanya itu, kami  akan terus menggalakan budaya tersebut, hingga kedepannya akan menjadi budya seluruh waraga Desa Nanggalamekar,” harap Hilman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here