Laporan : Nana Cakrana

PURWAKARTA, metropuncaknews.com – Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menggelar rapat koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Purwakarta. Rakor itu digelar berkaitan dengan pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tahun ajaran baru.

Menurutnya, saat ini proses KBM untuk sementara masih dilakukan secara virtual atau daring. ” Hari ini kita imbau dari semua tingkatan harus melaksanakan KBM secara virtual atau daring. Dan Alhamdulillah dari semua tingakatn mulai dari SLTA, SLTP, SD mengikuti arahan ini. Sesuai dengan imbauan dari Kementerian Pendidikan,” ujar Anne seusai melaksanakan Rakor di Posko GTPP Covid-19 Purwakarta, Selasa (14/7).

Bupati yang akrab disapa Ambu ini menjelaskan, sesuai dengan imbauan dari Kementerian Pendidikan, proses kegiatan belajar dengan bertatap muka atau belajar secara langsung di sekolah dapat dilakukan sesuai zona kewaspadaan Covid-19.

” Syarat utama untuk melaksanakan belajar tatap muka, atau belajar di sekolah secara langsung itu syarat yang utama sesuai imbauan dari Kementerian Pendidikan yaitu untuk daerah zona hijau. Sedangkan Purwakarta hari ini belum masuk pada zona hijau,” jelasnya.

Ambu pun mengimbau, pada seluruh orang tua untuk mengawasi setiap kegiatan belajar anak-anaknya di rumah. Selain itu, ia meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) Purwakarta untuk mengecek kesiapan sarana dan pra sarana anak-anak agar bisa melaksanakan kegiatan belajar secara daring.

” Jangan sampai anak-anak yang tidak mempunyai fasilitas, tidak bisa mengikuti pembelajaran secara daring. Kalaupun tidak memiliki fasilitas, Disdik harus memfasilitasi supaya mereka tetap mengikuti pembelajaran,” imbaunya.

Sedangkan untuk proses belajar di Pondok Pesantren, ia akan melakukan pengecekan kesiapan para pengurus pondok terkait penerapan protokol kesehatannya.

” Kami belum mengecek protokol kesehatan secara keseluruhan pondok pesantren, tadi sudah berkoordinasi dengan Kemenag, bahwa ada lebih dari 300 pesantren di Purwakarta dengan skala besar, sedang, dan kecil, yang tentu saja santrinya banyak,” ucapnya.

Untuk menyiasati hal tersebut, Ambu memerintahkan jajaran Dinas Kesehatan dengan MUI untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

” Kita harus melaksanakan pengecekan kesehatan yang kedua kalinya kepada para guru, kyai, ustadz di pesantren di Purwakarta atau jemput bola jika sepuh di pondok tersebut memang tidak bisa berangkat langsung ke Kantor MUI,” kata Ambu mengakhiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here