H. Luki terpilih jadi Ketum Satria Muda Indonesia Cianjur

Laporan : Agus

Metropuncaknews.com – Sehubungan dengan Ketua Umum Satria Muda Indonesia Kabupaten Cianjur telah meninggal dunia, maka untuk tetap berjalannya roda organisasi, pengurusan Satria Muda Indonesia Kab. Cianjur segera melakukan musyawarah untuk mufakat. Kegiatan tersebut digelar di Wana Wisata Pokland, Minggu (10/2).

Dari hasil musyawarah tersebut, didapat kata sepakat. Yaitu membentuk kembali susunan pengurus Satria Muda Indonesia Kabupaten Cianjur.

Selanjutnya, berdasarkan hasil musyawarah, terbentu kepengurusan Satria Muda Indonesia yang baru untuk masa bakti 2019 – 2024. Yaitu, Ketua Umum H. Lucky, Ketua Harian H. Dede Supianudin, SH dan Sekretaris Umum Yankie Abdullah Nugraha.

Sesepuh Satria Muda Indonesia H. Deden Bella mengatakan, dalam sebuah organisasi, kepengurusan itu sangatlah penting. Karena ditangan para pengurus itulah letak maju mundurnya sebuah organisasi.

Dan di Satria Muda Indonesia, beberapa waktu yang lalu terjadi kekosongan tonggak kepemimpinan. Hal itu terjadi karena meninggalnya Ketua Umum.

Maka berdasarkan arahan dari pembina dan penasehat, akhirnya pengurus yang ada dan anggota berembuk untuk memilih calon kepengurusan  Satria Muda yang baru.

“ Alhamdulillah hari ini semua telah tuntas, kami berharap dengan terpilihnya kepengurusan baru ini bisa berbuat yang terbaik untuk organisasi hingga dapat mencetak anak didik yang berkualitas dan berprestasi,” kata Deden Bela dengan penuh semangat.

Sementara Ketua Umum terpilih, H. Luki mengatakan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk lebih meningkatkan kualitas agar mendapatkan hasil yang maksimal.  

Luki merasa yakin dan percaya, dengan formasi kepengurusan baru ini semua dapat berjalan sesuai dengan harapan semua pihak. Terlebih Satria Muda Indonesia ini adalah organisasi yang besar. Jadi kepercayaan yang diberikan pada pengurus yang baru untuk melanjutkan roda organisasi ini, Insya Allah akan dijalankan sesuai dengan amanah dan penuh rasa tanggung jawab.

“ Kami bertekad untuk mencetak atlet – atlet yang handal yang dapat mengharumkan Kabupaten Cianjur dan mampu berkiprah di tingkat nasional ataupun internasional,” ucapnya.

Sekretaris Umum Yankie Abdullah Nugraha menambahkan, Tahun1992 Satria Muda INdonesia lahir di Cianjur. Hingga hari ini sudah ada 28 unit tempat berlatih. Untuk itu, pihaknya menginginkan agar Pencak Silat di Kabupaten Cianjur dapat lebih hidup apalagi jika  melihat program gerakan kebudayaan Kabupaten Cianjur. Disana ada yang disebut Maenpo. Itu artinya, seni budaya bela diri tradisionil, mendapat perhatian yang cukup besar dari pemerintah.

Selanjutnya Nugraha mengatakan, dalam pencak silat itu, ada sebuah pembinaan karakter yang penuh dengan kelembutan jiwa yang dapat memberikan kekuatan mental juga jiwa patriotisme. Karena itu pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Cianjur dapat terus memberikan dukungan moril mau pun materil. Hingga kebudayaan ini tetap ada dan semakin berkembang, tidak hilang ditelan waktu.

“ Alhamdulillah jika melihat prestasi Satria Muda Indonesia, pada tahun 2014 ditingkat kejuaraan PORDA atlit nya yang bernama Reksa, Reksi mampu menjadi juara harapan 1, dan kedepan kami akan terus berusaha agar menjadi semakin lebih baik,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here