Laporan: Sam/Iriyanto

Cianjur, metropuncaknews.com – Guna menekan harga kedelai yang terus merokrt,  maka pada Musim Tanam (MT) 3 tahun 2021, ratusan para petani di Kecamatan Ciranjang, Sukaluyu, Bojongpicung dan Haurwangi Kabupaten Cianjur, serempak tanam kedelai varietas Anjasmoro dan varietas Grobogan.

Hal itu dilakukan, selain untuk mensejahterakan para petani. Sekaligus untuk menekan harga kedelai yang sekarang harganya sedang melambung tinggi. Sekarang harga eceran kedelai di pasarkan dengan harga  Rp. 13.000 /Kg-nya.

Kasubag TU UPTD Unit pelayanan pertanian Ciranjang, Wartini (56) mengatakan, UPTD pelayanan pertanian Ciranjang melayani para petani yang ada di Kecamatan Ciranjang, Sukaluyu, Bojongpicung dan Haurwangi Kabupaten Cianjur.

Pada MT3 tahun 2021 sambung Wartini, pemerintah menganjurkan pada para petani untuk menanam kedelai di sawahnya masing-masing. Ada pun benih kedelai ditanam adalah varietas Ajasmoro dan Grobogan. Sedangkan pupuk organiknya dibantuan oleh pemerintah.

Seperti para petani di 9 desa yang ada Kecamatan Ciranjang. Pemerintah telah menurunkan bantuan benih kedelai kurang lebih sebanyak 20 ton untuk ditanam di sawah seluas 400 Ha. Ditambah bantuan pupuk organiknya.

Bantuan benih kedelai dan pupuk organik untuk para petani yang ada di Kecamatan Sukaluyu, Bojongpicung dan Haurwangi itu, kurang lebih banyaknya seperti yang berikan pada para petani di Kecamatan Ciranjang.

‘ Pemerintah melakukan hal itu, selain untuk mensejahterakan para petani itu sendiri juga sekaligus nantinya untuk menekan harga kedelai yang sekarang harganya melambung tinggi dan menurut informasi sekarang harga kedelai eceran di pasaran seharga  Rp.13.000 /Kg-nya,” jelas Wartini.

Lebih lanjut Wartini mengatakan, mengenai panen dan hasil panennya para petani tidak harus mengembalikan benih kedelai dan pupuk organiknya. Semua itu diberikan pemerintah secara gratis. Selain itu para petani bila ingin memanen kedelai itu, sepenuhnya diserahkan pada para petani itu sendiri.

” Tanaman kedelai mau dipanen hijauannya atau mau dipanen sampai matang, kering (biji) itu terserah para petani yang penting menguntungkan bagi mereka,” ujar Wartini.

Sementara itu, salah seorang petani yang juga Ketua Kelompok Tani Anugrah Kampung Pasir Angin Desa Nanggalamekar Kecamatan Ciranjang, Aceng Alawi (45) mengatakan, pihaknya merasa bersyukur. Karena seluruh pengurus dan anggota kelompoknya dapat bantuan benih kedelai beserta pupuk organiknya dari pemerintah .

Menurut Aceng, seluruh sawah di Desa Nanggalamekar seluas 364 Ha. Namun yang mendapat bantuan benih kedelai dan pupuk organik hanya seluas 170 Ha. Bantuan tersebut, diberikan pada 7 Kelompok Tani.

 Sedangkan Kelompok Tani Anugrah lanjut Aceng, mendapat bantuan benih kedelai sebanyak 1,5 ton. Benih tersebut ditanam di sawah seluas 30 Ha. Ditambah bantuan Rehzibium 5 sak/hektar dan ditambah POC Pupuk Pupuk Hayati 3 Liter/hektar.

“ Kami berharap, pada MT 3 tahun 2021 tanam kedelai, dapat berhasil dan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani dan hingga mampu menekan harga kedelai,” pungaksnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here