Laporan : Sam Apip/Agus

Cianjur, metropuncaknews.com – Gedung Sistem Resi Gudang (SRG) Haurwangi, di belakang Kantor Kecamatan Haurwangi Cianjur Jawa Barat, diduga disalahgunakan pihak pengelola

Seperti halnya sekarang, Gedung SRG itu tengah dijadian tempat penyimpanan dan sekaligus dijadikan tempat perakitan puluhan traktor oleh pihak Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur. Tidak hanya itu saja, beberapa bulan lalu Gedung SRG tersebut, pernah dijadikan tempat penyimpanan ratusan karton pupuk organik cair milik pihak lain. Padahal Gedung SRG tersebut, hanya untuk menyimpan padi dan beras milik para petani.

Salah seorang pemantau pembangunan warga Kecamatan Haurwangi, Mahram (54) memaparkan, gudang SRG Haurwangi itu untuk menyimpan padi atau beras milik para petani yang ada di wilayah III. Yaitu para petani warga Kecamatan Haurwangi, Bojongpicung, Ciranjang, Sukaluyu, Mande dan para petani warga Kecamatan Karangtemgah.

Nyatanya sekarang sering disalahgunakan pihak pengelola. Dijadikan tempat penyimpanan pupuk organik cair  dan sekarang sedang dijadikan tempat penyimpanan dan perakitan 50 unit traktor yang berasal dari aspirasi dewan pusat. Yaitu dari Fraksi Partai Gerindra, Golkar dan PDIP. Setelah selesai dirakit, nantinya akan dibagikan pada setiap kelompok tani yang mengajukan aspirasi di Kabupaten Cianjur.

Selain itu, berdasarkan hasil investigasi, lanjut Mahram, menyimpan barang di Gudang SRG tersebut, diduga adanya uang sewaan gudang. Dalihnya adalah untuk uang keamanan.

Mahram menegaskan, bukan masalah uang sewa tempat, tapi penyalahgunaan fungsi yang pihaknya sesalkan. Karena Gedung SRG tersebut khusus untuk menyimpan padi atau beras milik para petani.

Mahram berharap, pihak pengelola Gedung SRG Haurwangi, lebih baik terus melelakukan sosialisasi mengenai fungsi gudang tersebut. “Supaya para petani benar-benar sejahtera sesuai harapan semua pihak,” ujar Mahram Rabu, (12/08).

Sementara itu, Kabid Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Dandan (40) menambahkan, menyimpan dan merakit puluhan traktor itu atas ijin lisan dari pihak pengelola Gedung SRG Haurwangi. Nantinya setelah dirakit tidak akan disimpan di dalam gudang melainkan akan disimpan di halaman gudang.

Setelah selesai dirakit seluruhnya. nanti akan dibagikan pada para kelompok tani yang mengajukan aspirasi pada DPR-RI. Mengenai penyimpanan dan merakit traktor di Gedung SRG itu tidak memakai uang sewa melaikan gratis. “ Karena tidak ada alokasi dana untuk sewa gudang,” akunya.  

Dilain pihak, Kepala Gudang SRG Haurwangi, H. Nana mengatakan, memang benar adanya, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, telah menitipkan dan merangkai puluhan traktor di Gudang SRG Haurwangi. Tapi itu semua bukan di dalam gudang melainkan di luar gudang yang keamannya terjamin. Karena gudang itu, khusus untuk penyimpanan padi atau beras milik para petani.

Penyimpanan traktor dan pupuk organik cair, itu tidak dikenakan biaya apapun. Karena semua itu milik Dinas Pertanian dan hal itu sudah diketahui pihak kementrian terkait. Seperti Kemendag, Kementan, Kemenko Perekonomian, BI dan Ketahanan Pangangan.

“ Itu semua dibolehkan, selama tidak mengganggu aktivitas gudang dan  sinergitas dengan pihak dinas pertanian tidak menjadi persoalan,” kilahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here