Laporan: Sam/Iriyanto

Cianjur, metropuncaknews.com – Gubuk reyot ukuran 7×5 meter milik keluarga Dian (55), warga Kampung Salakopi, RT02/RW12, Desa /Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, tiga hari yang lalu terpaksa dibongkar masyarakat karena kondisinya memprihatinkan, takut ambruk ketika datang hujan.

Setelah gubuknya dibongkar, Dian beserta dua orang anaknya diam di dalam tenda yang lokasinya tak jauh dari rumah ambruk, dan istri beserta beserta tiga anaknya di evakuasi di rumah milik saudaranya yang tak jauh dari lokasi rumah ambruk dan sekarang rumahnya sedang dibangun masyarakat dengan biaya hasil swadaya masyarakat, Sabtu (08/12/2021).

Pemilik rumah reyot Dian (55) menerangkan, rumah panggung ukuran 7X5 meter, kondisinya sudah reyot nyaris ambruk, melihat kondisi seperti itu, Pengurus Forum Peduli Masyarakat Haurwangi (FPMH), Ketua RT/RW dan masyarakat setempat langsung membongkarnya dan langsung pula dibangunkan kembali bangunan rumah dengan ukuran yang sama, namun sekarang baru mampu membuat pondasinya saja.

Selama rumahnya dibongkar, Dian bersama 2 anaknya mendiami tenda yang dipasang masyarakat sedangkan Istri bersama 3 orang anaknya yang masih kecil diam di rumah saudaranya yang lokasinya tidak jauh dari rumah yang sedang dibangun.

“Karena rumah saudara sempit, maka saya bersama dua anak saya yang sudah dewasa diam di dalam tenda sedang istri beserta tiga anak yang belum dewasa diam di rumah saudara,” Ucapnya.

Sementara itu, salah seorang pengurus FPMH Ayi Juanda menambahkan, memang benar adanya bahwa, rumah reyot milik keluarga Dian dibongkar warga, karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan semua pihak, tapi saat itu pula masyarakat beserta jajaran pengurus RT /RW, Forum E_Warung dan FPMH gotong royong membangun rumah keluarga Dian.

Pembangunan rumah tersebut, sekarang baru mampu membangun pondasinya saja, sedangkan untuk membangun selengkapnya, itu masih mencari para donasi yang sekiranya bersedia memberikan bantuan berbentuk material maupun berbentuk finansial, Ucapnya.

Ia menambahkan, mengenai Peran aktif Kepala Desa Haurwangi, itu sengaja tidak disentuh sekarang, karena nanti bila kita mogok pencarian pendana maka seluruhnya akan dilimpahkan pada Kepala Desa Haurwangi.

“Kepala Desa Haurwangi sengaja belum diberi tahu secara gamblang, karena kami ingin berusaha dengan maksimal tanpa peran aktif Kepala Desa, karena hal itu akan dikerjakan dengan maksimal oleh masyarakat, FPMH, E_Warung dan bila kita mentok maka seluruhnya akan diberikan pada Kepala Desa, ” tambahnya.

Dilain pihak, Kepala Desa Haurwangi H. Dede Supyanudin menerangkan, pihaknya mengetahui adanya rumah tidak layak huni dibongkar dan dibangun masyarakat, Forum E_Warung, RT/RW dan FPMH, itu dari masyarakat setempat.

Maka dengan itu, pihaknya berucap terimakasih pada seluruh masyarakat, Ketua RT/RW, Forum E_Warung dan FPMH, Para Tokoh masyarakat, Ulama setempat yang telah peduli terhadap sesama membangun rumah milik Keluarga Dian.

Semoga saja seluruh kebaikan semua pihak, segera dibalas oleh Allah SWT dengan berlipat ganda, Pungaksnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here