Laporan: Atul Wolio

Baubau, metropuncaknews.com – Negara besar seperti Indonesia, belum berhenti dihantui dari wabah Virus Corona. Negara-negara lain pun telah melakukan antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19.

Pertimbangan atas kondisi geografis, sosiologis, dan politik di Indonesia, maka ada beberapa alasan yang membuat virus tersebut bisa bertahan lama.

Demikian apa yang dinyatakan oleh dua orang peneliti, Muhammad Zilfikar Rahmat dan Dikanaya Tarahita melalui South China Morning Post (SCMP) pada Minggu (22/3/2020).

Melihat perkembangan wabah ini, seperi yang dilansir dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) per 17 Maret 2020. Ada 172 warga Sultra berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 3 Warga Positif Covid-19.

Jika dikaitkan dengan jalur pelayaran Kota Baubau, pastinya adalah poros transit bermacam kapal yang berlabuh (timur-barat) juga sebaliknya. Hal itu, tidak menutup kemungkinan Virus Corona (Covid-19) tersebar masuk ke Negeri seribu benteng ini.

Untuk menjaga virus ini tidak terjadi, kata Ketua GMNI Kota Baubau, Ramadan, seharusnya inisiatif dini pencegahan Covid-19 ini dilakukan. Seperti menjaga pintu masuk wilayah pelabuhan dan pintu masuk bandara diperketat. Selebihnya, dalam hal ini Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, lakukan penyemprotan cairan disinfektan.

” Sampai detik ini, belum terlihat upaya Damkar Kota Baubau melakukan penyemprotan desinfektan. Ini kan yang bersifat segera dan mendesak,” tegasnya kepada media ini melalui pesan WhatsApp. Selasa (24/03).

Mengingat ancaman tersebut, GMNI Cabang Baubau mendesak Wali Kota Dr H AS Tamrin, agar segara memberi instruksi kepada Kepala Dinas (Kadis) Pemadam Kebakaran untuk melakukan penyemprotan desinfektan, terkhusus pada tempat-tempat umum.

” Wali Kota Baubau harus segera keluarkan intruksinya, Dinas Damkar segera difungsikan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here