Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Warga dan pedagang di Pasar Darurat Ciranjang Cianjur, mengeluh. Pasalnya setelah 22 hari berjualan di Pasar Darurat, penghuni pasar, pengunjung pasar dan masyarakat di sekitar lingkungan pasar direpotkan dengan banyaknya lalat yang tiap hari datang bergerombol. Lalat tersebut  hinggap di setiap barang dagangan dan masuk kesetiap rumah penduduk sekitar.

Diduga kuat, datanganya gerombolan lalat berasal dari tumpukan sampah bekas reruntuhan pasar yang kebakaran. Karena reruntuhan bangunan pasar yang terbakar itu tidak segera dibersihkan pihak petugas kebersihan maupun pengelola pasar.

Salah seorang pedagang Wahyudin (50) mengatakan, setelah terjadinya kebakaran, sekarang ini para pedang direpotkan dengan banyaknya gerombolan lalat yang hinggap disetiap barang dagangan. Tidak hanya dagangan basah, seperti daging, sayuran, kue, rempah-rempah saja tapi seluruh dagangan dihinggapinya.

Selain disibukan melanyani pembeli, juga para pedagang disibukan dengan mengusir gerombolan lalat dengan menggunakan alat seadanya. “ Datangnya gerombolan lalat, itu dipicu dari adanya bau busuk yang berasal dari timpukan sampah bekas kebakaran,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RW 03 warga Kp Asrama Polisi Ciranjang, Iwan Yusup menambahkan, kondisi di dalam pasar sekarang ini mendadak banyak gerombolan lalat. Tidak hanya di dalam pasar saja, tapi lalat itu masuk juga ke rumah penduduk yang ada di sekitar lingkungan pasar.

Seperti halnya rumah penduduk warga Kampung Pasir Asem RW 13, Pasir Kawung RW 18 dan rumah penduduk warga Kp Asrama Polisi RW 03. Seluruh warga tersebut, sekarang itu disibukan dengan banyaknya lalat yang berasal dari pasar.

Karena itu warga berharap, pihakpetugas kebersihan dan pengelola pasar, pihak desa, Kecamatan Ciranjang mapun Pemkab Cianjur segera mengevakuasi sampah bekas kebakarantersebut. Karena hal itu pemicu banyaknya lalat.

Dikhawatirkan, lalat tersebut akan jadi pemicu datangnya penyakit bagi manusia.  Padahal jelas, gerombolan lalat nampak jelas dan dapat dilihat secara kasat mata. Namun kenapa seakan dibiarkan begitu saja. “Tidak seperti Covid-19 yang tidak terlihat bentuknya, seluruh masyarakat diwajibkan menggunakan masker, semprot disinfektan dan diharuskan  mematuhi protokol kesehatan,” Ucap Iwan, Selasa (01/09).

Dilain pihak, Ketua K5 Pasar Ciranjang H. Oni Saproni mengakui, sekarang itu banyak grombolan lalat di Pasar Ciranjang. Hal itu dipicu adanya tumpukan sampah bekas kebaran yang belum dibuang.

Oni menambahkan, pihaknya punya pengalaman, ketika terjadinya kebakaran 5 tahun yang lalu. Satu hari setelah kebakaran seluruh sampahnya langsung dibuang dan dibersihkan. Hingga tidak ada serangan lalat ke pasar.

Tapi setelah terjadinya lebakaran bulan lalu, hingga kini sampah belum juga dibuang. Maka lalat akan terus berdatangan dan akan menimbulkan penyakit bagi para pedangan, pengumjung dan warga yang ada disekitar lingkungan Pasar Ciranjang.

” untuk membuang sampah bekas kabaran, K5 Pasar Ciranjang itu tidak punya kewenangan, karena itu wewenang pihak pemerintah, kecuali diperintah oleh pihak dinas pasar dengan bukti autentik,” kilahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here