Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Entah berasal dari mana burung datangnya burung kapinis, tiap musim tertentu datang bergerombol  ke Ciranjang. Datangnya tiap sore menjelang magrib. Burung-burung tersebut hinggap di bentangan kabel listrik dan telpun yang berada di kanan kiri jalan raya Cianjur – Bandung. Tepatnya di Kp Pakemitan, Kaum, Asrama Polisi dan Kp Bukit Pahlawan Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Gerombolan burung tersebut, tidak membahayakan masyarakat setempat. Namun meski demikian masyarakat perlu berhati-hati. Karena tidak sedikit para pejalan kaki dan kendaraan yang diparkir pada sore hari kecipratan kotoran burung yang bisa mengagetkan.

Salah seorang warga Kp Pakemitan Ds Ciranjang Edi Kusnadi (55) menjelaskan, entah dari mana asalnya gerombolan burung kapinis itu. Pada musim tertentu tiap tahun datang ke Ciranjang. Hanya sekedar hinggap dan berada selama 2-3 bulan. Hingga kedatangan burung itu dijadikan tanda oleh warga Ciranjang. Yaitu bila gerombolan burung sudah datang maka sebentar lagi akan datang musim hujan.

Selama ada di Ciranjang grombolan burung tersebut, hanya sekedar hinggap. Pagi hari pada pukul 06,00 Wib, seluruhnya terbang menghilang entah kemana. Pada sore menjelang magrib seluruhnya datang kembali dan hinggap di sepanjang kabel listtik dan telpon yang membentang disepanjang jalan. Terutama kabel yang berada di depan Masjid Ciranjang, Kantor Polsek dan pertokoan Ciranjang.

“ Burung itu tidak membahayakan bagi manusia, tapi  hanya harus sedikit waspada, utamanya yang berjalan kaki, nongkrong dan parkir kendaraan, karena setidaknya bisa ketiban kotoran burung dari atas,” kata Edi Kusnadi.

Semendtara itu, Ketua MUI Kecamatan Ciranjang KH. Acep Nu’man mengatakan, gerombolan burung itu tiap tahun datang ke Ciranjang, hanya sekedar hinggap menginap saja. Itu biasanya dijadikan tanda, akan datangnya musim hujan.

Acep Numan berpesan pada warga setempat, agar burung tersebut tidak diusir. Karena walau pun diusir, burung itu tetap tidak akan pergi. Nanti setelah waktunya akan pergi dengan sendirinya tanpa harus diusir oleh siapapun.

Selain itu, Ia mengharapkan  pada seluruh masyarakat setempat, bila berangkat menuju masjid untuk melaksanakan shalat magrib, isya dan shalat subuh, harus ektra waspada. Karena takut pakaian, sarung, peci dan sorban tertimpa kotoran burung yang hinggap di kabel atas depan masjid Ciranjang.

“ Karena bila tertimpa kotoran burung, kemudian dibawa shalat, maka shalatnya tidak syah, masih meniding kalau ketahuan, terasa kotoran burung menimpa pakaian, itu bisa pulang lagi mengganti pakian dengan yang suci bersih, jelas Acep Numan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here