Petugas Polsek Sindangbarang dan Puskesmas saat mengevakuasi korban

Laporan: Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Warga di sekitar Pantai Sereg Cianjur Selatan digegerkan dengan adanya mayat pesisir Pantai Sereg. Tepatnya di Kampung Sindang laut Desa Saganten Kecamatan Sindangbarang, Cianjur Selatan Jawa Barat. Mayat yang ditemukan warga tersebut adalah mayat berjenis kelamin laki-laki, Kamis (16/5) sekira pukul 06.00 WIB.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh  seorang warga sekitar dalam posisi tergeletak di pasir laut (pantai). Mayat laki-laki itu mengenakan baju koko berwarna putih, tangan panjang. Celana kampret, peci warna putih, berkalung tasbih hitam-putih dalam posisi tengkurep.

Tak lama kemudian di lokasi penemuan mayat, warga berdatangan sekedar ingin melihatnya. Nampak pula petugas kepolisian dari Polsek Sindangbarang yang dipimpin langsung Kapolsek Sindangbarang AKP Nandang.

Di sekitar lokasi penemuan mayat pun dipasang police line dan petugas pun segera melakukan olah TKP.

Menurut keterangan saksi, pada hari Rabu (15/5) sekira pukul 19.00 WIB, almarhum datang sendirian. Kemudian menitipkan sepeda motor Honda Supra Fit bernopol F 4928 WP.

” Saya tidak mengenalinya. Namum almarhum datang menitipkan motor diwarung saya. Setelah itu langsung ke pantai dan saya tidak tahu apa yang dilakukannya,” kata Sodikin (66) pemilik warung.

Lanjutnya, keesokan harinya warga digegerkan dengan adanya sosok mayat laki-laki dalam posisi terkurep di pesisir Pantai Sereg.

” Karena penasaran, saya pun melihatnya. Dan ternyata mayat itu adalah orang yang menitipkan motor di warung tadi malam. Mengetahui kejadian itu tetangga saya langsung melaporkannya kepada ke pihak Kepolisian Sektor Sindangbarang,” tandasnya.

Penemuan mayat tersebut dibenarkan Kapolsek Sindangbarang AKP Nandang. Lporan penemuan mayat laki-laki itu dilaporkan warga pada hari Kamis (15/5) sekira pukul 06.00 WIB.

” Mayat tanpa identitas ini memiliki ciri-ciri tinggi badan 160 cm, berat badan 60 Kg, Warna kulit sawo matang, Rambut lurus cukur pendek, korban  mengenakan pakaian koko warna krem, Celana kampret warna hitam, peci warna putih dan kalung tasbeh warna coklat,” kata Nandang.

Selanjutnya Nandang mengatakan, pada saat ditemukan ditangan kanannya memegang botol air mineralle berisi kopi hitam dan tangan kiri memegang kresek hitam berisi nasi. Disaku baju sebelah kiri berisi senter kecil.

Kemudian bersama anggota Reskrim dan petugas kesehatan dari Puskesmas Sindangbarang segera melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda Supra Fit nopol F 4928 WP.

Dari hasil penyelidikan dan olah TKP didapat keterangan dari saksi Sodikin bin Nahya, (66), pedagang. Pada Rabu (15/5) sekira pukul 19.00 WIB, korban menitipkan sepeda motor Honda Supra Fit bernopol F 4928 WP. “ Dan langsung ke Pesisir Pantai Sereg sendirian. Saya tidak mengenalinya,” kata saksi pada AKP Nandang.

Lanjut saksi, setelah menitipkan motor, korban langsung kepantai sendirian. Setelah itu saksi tidak tahu apa yang dilakukan korban.

” Kamis (16/5) sekira pukul 06.00 WIB. Saksi mendapat informasi ada sesosok mayat di pesisir pantai yang tidak jauh dari warungnya. Kemudian ia melihat ke lokasi kejadian ternyata mayat tersebut adalah orang yang menitipkan sepeda motornya tadi malam. Setelah itu tetangganya bernama Kojek bin Daday melapor ke Polsek Sindangbarang,” sambungnya.

AKP Nandang menjelaskan, dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Sindangbarang Cianjur Selatan, pada tubuh mayat tersebut ditemukan luka lecet di kanan-kiri badannya. Pada kemaluan dan didahi ada bekas benturan benda tumpul atau gesekan. 

” Pada mayat tersebut tidak ditemukan adanya luka bekas benda tajam dan tidak mengeluarkan darah. Tapi dengan adanya penemuan sesosok mayat tanpa identitas ini sudah kita laporkan ke Polres Cianjur,” jelasnya.

Identitas Korban Akhirnya Dapat Diketahui

Berkat kerja keras, akhirnya Polsek Sindangbarang berhasil mengungkap identitas mayat yang ditemukan tergeletak di pesisir pantai Sereg Sindangbarang, Kamis (16/5) sekira pukul 06.00 WIB kemarin.

Saat dihubungi awak media melalui telepon selular, Jum’at (17/5)  Kapolsek Sindangbarang AKP Nandang, mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan dan penggalian informasi melalui media dan juga pengecekan sepeda motor Supra Fit No Pol F 4928 WP kendaraan yang dibawa almarhum dan sempat dititipkan di warung. Maka dari sanalah kami mulai mendapatkan petunjuk.

” Dari hasil kerja keras tim. Diketahuilah korban bernama Apep bin Iyod (50) asal Kampung Dampit Desa Bojongpetir Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur,” kata AKP Nandang.

Lanjutnya, dari hasil penegembangan informasi yang didapatkan dari masyarakat, Apep bekerja sebagai sales penyaluran plastik ke warung-warung dan tinggal di Kampung Lembur Sawah Desa Saganten Kecamatan Sindangbarang. Korban sudah beberapa bulan terakhir ini tinggal di Kampung Lembur Sawah.

” Dari identitas yang didapat di lokasi tempat tinggal atau kos. Kami menemukan SIM atas nama Apep Pebriansyah, yang alamatnya Desa Banyusari Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka Jawa Barat,” terang Nandang.

Berdasarkan informasi tersebut, dicarilah alamat keluarga almarhum. Pihak Kepolisian Sektor Sindangbarang pun melakukan kordinasi dengan Kepolisian Sektor Tanggeung, untuk melacak identitas korban dengan mengirimkan poto dan identitasnya.

” Setelah melakukan kordinasi dengan pihak Polsek Tanggeung akhirnya bisa langsung menyambung dengan keluarga (istri dan anaknya), serta kerabat dari Majalengka/Tasikmalaya. “ Setelah keluarganya datang dan berkumpul, maka diberikanlah penjelasan dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas,” Ujarnya.

Setelah diberikan penjelasan, dapat disimpulkan luka lecet pada almarhum, kemungkinan diduga bekas gesekan atau kena benturan benda tumpul.

” Pihak kepolisian menyampaikan ketentuannya, korban harus di autopsi untuk lebih jelas penyebab kematiannya. Namun dalam hal ini, pihak keluarga keberatan untuk dilakukan autopsi. Dan memutuskan almarhum mau di bawa pulang oleh keluarga untuk di kebumikan,” ujar Nandang.

Menyikapi hal tersebut dibuatlah surat pernyataan keberatan dilakukan otopsi dan almarhum mau dibawa keluarganya ke Tasikmalaya.

” Semua keluarga almarhum beserta istrinya menyaksikan pembuatan surat pernyataan keberatan menolak untuk dilakukan outopsi dan memohon perkara ini ditutup saja. Artinya hal itu mutlak adalah musibah yang sudah jadi guratan takdir,” ungkap Nandang.

Maka dengan selesainya permasalahan tersebut, Kapolsek Sindangbarang pun melaporkannya ke pihak Polres Cianjur dengan pernyataan sesuai dengan apa adanya. Almarhum pun dibawa pihak keluarga dan permasalahan ditutup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here