Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Police Line (Garis Polisi) nampak masih membentang di rumah mewah milik AN di Kampung Tipar kaler Jalan Limbangansari Desa Limbangansari Cianjur Kota. Sementara AN hingga kini masih belum menampakan dirinya.

Beberapa hari terakhir ini, AN memang sudah tak asing lagi ditelinga masyarakat Kabupaten Cianjur dan sekitarnya. Bahkan sudah menjadi pembahasan publik. Baik dari mulut kemulut maupun di media sosial (medsos).

Kemunculannya itu berawal dari penggerudukan massa yang merasa telah tertipu pemilik rumah mewah itu. Mereka datang berbondong-bondong mendatangi rumah AN yang juga dijadikan kantor CV Hoki Abadi Jaya. Massa datang untuk meminta pertanggung jawaban atas janjinya, Jumat (31/08) kemarin.

AG salah seorang reseller arisan paket murah CV Hoki Abadi Jaya, saat ditemui, Senin (03/08) di posko pengaduan Polres Cianjur mengaku tak pernah berkomunikasi dengan AN. Ia juga mengaku hanya berkomunikasi dengan ketua kelompoknya saja.

” Selama ini, saya tidak pernah berkomunikasi dengan AN, tapi selalu berkomunikasi dengan ketua kelompok. Itu juga karena dia teman saya sendiri,” aku AG.

Sebagai reseller dirinya juga sudah merasa dirugikan secara materi dan sosial. Selain oleh penyelenggara arisan, ia juga terus mendapat tekanan dari anggotanya yang menuntut paket barang yang dijanjikan pihak penyelenggara atau uangnya kembali.

” Uang saya pribadi sekitar Rp.18 jutaan, kalau digabungkan dengan uang anggota semuanya sekitar Rp. 35 jutaan,” ujarnya.

AG sangat mengharapkan uangnya bisa segera dikembalikan, supaya bisa mengembalikan uang milik anggotanya. Sekaligus bisa mengembalilan nama baiknya.

” Saya datang ke posko pengaduan Polres Cianjur tak lain untuk melaporkan penyelenggara arisan yang diduga bodong. Besar harapan saya uang yang sudah masuk bisa segera dikembalikan, karena saya sudah malu secara sosial,” keluh AG.

Sementara, warga sekitar yang sekaligus pekerja harian lepas di rumah AN, Akang (55) mengatakan, sejak tahun 2012 AN sudah tinggal disini. Menurutnya pemilik rumah mewah itu secara pribadi  dengan warga sekitar pun memang tertutup.

” Jangankan sama tetangga, sama saya juga kalau ngomong itu seperlunya saja. Ngasih uang gaji pun suka dititipkan sama Satpam, padahal saya sudah setahun bekerja disini,” ungkap Akang yang saat itu ada di lokasi.

Akang menambahkan, yang membuat dirinya koq tiba-tiba bisa seramai itu, massa berdatnagn dari berbagai pelosok. Usut punya usut ternyata katanya berawal dari masalah arisan paket kurban dan lebaran.

” Saya hanya bekerja saja memperbaiki saluran-saluran air, masalah jelasnya seperti apa saya juga kurang tahu karena saya sendiri juga nggak tahu profesi ibu itu apa sehari-saharinya,” ujarnya.

Sementara terpantau di rumah mewah milik AN masih terlihat garis polisi membentang di sepanjang pagar berwarna hijau berbalut warna keemasan. Petugas kepolisian pun siaga berjaga-jaga. Sementara terduga pelaku investasi bodong tak kunjung datang penuhi tuntutan massa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here