Kasat Narkoba Polrestabes Bandung AKBP Irfan Nurmansyah saat memberikan keterangan pers pada awak media

Liputan : Yatiman

Bandung, metropuncaknews.com  – Sat Narkoba Polrestabes Bandung, berhasil menangkap oknum mahasiswa berinsial YCR (21) yang  menanam ganja di kamar kostnya.

Terkait hal tersebut, Kapolrestabes Bandung Kombes pol Hendro Pandowo menggelar Konferensi Pers, Kamis (5/7). Kapolres melalui Kasat Narkoba AKBP Irfan Nurmansyah menjelaskan, ihwal tersangka dalam melakukan aksinya dengan berbekal pengetahuan dari youtube.

Pelaku mengaku seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Bandung dan tinggal di Jalan Surya Sumantri Kota Bandung.

Bibit ganja ia simpan dengan cara ditanam di lemari miliknya yang sudah di modifikasi dengan di pasang lampu kipas angin dan pot tanaman. Alat itu berfungsi untuk menjaga kelembaban.

“ Alat itu untuk mengatur sirkulasi udara sekaligus mengakali kebutuhan tanaman terhadap udara dan terhadap sinar matahari,”  kata tersangka di kantor Sat Narkoba jalan Sukajadi Bandung.

YCR juga menjelaskan, uji cobanya itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhannya dalam mengkonsumsi ganja. ” Saya belajar dari Youtube untuk konsumsi sendiri dan saya sudah mengkonsumsi ganja sejak 2016,” akunya.

Tapi ternyata ia tak sempat memanennya karena keburu Tim Sat Narkoba Polrestabes meringkusnya.

Menurut AKBP Irfan Nurmansyah, tersangka YCR ditangkap berawal dari informasi masyarakat terkait maraknya peredaran ganja di wilayahnya.  Lalu kepolisian melakukan penyelidikan terkait maraknya peredaran ganja . Polisi akhirnya menangkap YCR dengan barang bukti dua bungkus ganja seberat 70 gram.

Petugas kepolisian mendapatkan hasil pengembangan ke kosan tersangka yang berada di jalan Surya Sumantri.” Ternyata dia nanam ganja di lemari, ngakunya cuma iseng,” imbuhnya.

Tersangka mendapatkan bibit ganja dari seorang bandar. Kasat Narkoba juga menyebutkan, dia berhasil menumbuhkan bibit ganja. “Dari total empat bibit yang dimiliki yang berhasil tumbuh tingginya satu meter,” terangnya.

“ Kepada tersangka, kita kenakan pasal 111 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) Huruf a UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun penjara,” jelas Irfan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here