Menyebrang dengan menantang maut

Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Masyarakat di tiga desa yang berada di Kecamatan Agrabinta, Cianjur Selatan, Jawa Barat, terpaksa menyebarangi kali Gonggang dengan turun ke sungai tersebut.

Usut punya usut, hal itu dilakukan, karena jembatan gantung (rawayan) kali Gonggang, hanyut terbawa air pada Rabu (08/01) kemarin.

Wajar saja, jika jembatan rawayan yang merupakan akses jalan satu-satunya bagi masyarakat di tiga desa itu hanyut. Karena terbuat dari bambu dan sudah lapuk dimakan usia.

Salah seorang pedagang bakso Imat (42) yang setiap harinya melintasi jembatan rawayan itu  mengatakan, setiap hari kalau jualan bakso lewat jembatan itu.

” Akses jalan yang paling dekat ya lewat jembatana itu, Kalau sekarang setelah jembatan hanyut, terpaksa menyebarangi sungai walau harus menanggung segala resiko,” kata Imat saat dihubungi melalui telepon sellular, Sabtu (11/01).

Lanjut Imat, jalan sebetulnya ada tapi jauh harus muter. Tentunya hal itu akan menghabiskan waktu yang cukup lama. “ Mana sekarang musim hujan. Jadi mau gak mau ya turun ke sungai,” keluhnya.

Hal senada juga dikatakan salah seorang warga Desa Neglasari, Mami (35), bukan hanya warga Desa Neglasari saja, warga desa lainnya pun melewati jalan ini. Bahkan anak-anak sekolah juga sama lewat sini.

” Jembatan yang merupakan akses jalan satu-satunya itu, kini hanyut terbawa air. Jadi mau gak mau terpaksa harus turun menyebrangi sungai. Itupun kami lakukan dengan penuh hati-hati, karena apabila meleset bisa jatuh dan terbawa hanyut,” katanya.

Menyikapi hal tersebut, awak media mencoba mencari keterangan dari pemerintah desa setempat. Alhasil setelah dikonfirmasi Kepala Desa Neglasari Nasihin alias Geheng menjelaskan, bagaimana jembatan kali Gonggang itu hanyut.

Geheng menegaskan, jembatan itu sudah puluhan tahun digunakan masyarakat disini. Jembatan itu merupakan jalan satu-satunya jalan terdekat yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Agrabinta.  

“ Sekarang hilang terbawa hanyut. Ya, walaupun harus menantang air aliran sungai setiap hari, masyarakat terpaksa melakukannya, karena tidak ada jalur lain yang paling tedekat,” papar Geheng.

Lanjut Geheng, , beberapa bulan kebelakang, memang pernah ada kejadian, seorang warga yang hendak melintas terpeleset dan akhirnya hanyut terbawa arus. Tapi masih bisa tertolong.

” Selaku pemerintah desa, kami berharap semoga pemerintah Daerah maupun Pusat, segera membangun jembatan di desa kami ini, sebab jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat,” harapnya.

Berdasarkan informasi dari warga lainnya, di wilayah tersebut masih terdapat jembatan-jembatan yang perlu dibangun untuk menunjang tarnsportasi dan perekonomian masyarakat.

“ Jembatan yang perlu dibangun itu adalah jembatan Kali Cijambe, Jambelaer dan Bojonghuni,” ujar beberapa warga pada awal media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here