Laporan : Sam/Agus/Iriyanto

Cianjur, metropuncaknews.com – Pembangunan Instansi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Kampung Cipeuteuy RW 07 Desa Kertasari Kecamatan Haurwngi Cianjur, mangkrak dan sudah lama ditingalkan pengembang. Akibatnya, lubang galian untuk IPAL yang berukuran kurang lebih 3×2 meter dengan kedalaman 2 meter, kini  dipenuhi air. Ketimbang mubazir, galian untuk IPAL itu kini dimanfaat warga dengan dijadikan kolam ikan.

Ketua RW 07 Desa Kertasari,  Asep Saepurohman (54)  menjelaskan, galian tanah untuk pembangunan IPAL tersebut untuk sementara ditanami Ikan Nila. Karena itu, disekeliling pinggirannya dipagar bambu. Maksudnya supaya tidak terjadi lagi adanya warga yang terperosok dan hewan pun banyak yang tercebur hingga mati.

Menurut Asep, hal itu dilakukan, karena pihak pengembang pembangunan IPAL hingga kini belum adanya kepastian akan dilanjutkan tidaknya pembangunan IPAL tersebut. Sedangkan dua unit pembangunan IPAL yang ada di Kampung Cipeuteuy itu merupakan pengerjaan pembangunan IPAL yang paling awal. Tapi nyatanya hingga kini masih mangkrak.

Mengenai papan proyek pembangunan IPAL, itu tidak dipasang. Hingga tidak ada yang mengetahui nilai nominal anggrannya. Maka dengan itu pihaknya meminta pada pihak Kepala Desa, BPD,  Kecamatan Haurwangi dan PUPR Cianjur,  agar pembangunan IPAL tersebut segera diselesaikan. “ Karena kalau dibiarkan, kami riskan  ada warga yang tercebur lagi seperti Nenek Yoyom,” jelas Asep.

Sementara itu, salah seorang warga Cipeuteuy RT 02/07, Nenek  Yoyom (63) menambahkan, memang benar adanya pihaknya pada akhir Desember 2019 pernah mengalami kecelakaan. Tercelur ke kubangan air untuk pembangunan IPAL.

Untung saja saat kejadian itu ada Ketua RW dan warga lainnya. Hingga bisa ditolong. HP, uang dan barang berharga lainnya ikut tercebur. “ Tentu saja barang elektronik, hancur tak bisa digunakan lagi, karena semua itu ditemukannya cukup lama,” ucap Nenek Yoyom, Jumat (13/03).

Dilain pihak salah seorang anggota BPD Kertasari Deden (50) menjelaskan, memang benar ada dua titik pembangunan IPAL yang ada di Kampung Cipeuteuy mangkrak. Pelaksanaan pembangunannya belum diteruskan pihak Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Desa Kertasari.

“ Padahal, mengenai hal itu sudah beberapa kali ditegur dan diperingatan supaya pembangunan IPAL tersebut segera diselesaikan,” kilah Deden.

Lanjut Deden, sebenarnya bukan hanya pembangunan IPAL yang ada di Kampung Cipeuteuy saja yang mangkrak. Tapi pada dasarnya dua pembangunan IPAL yang lainnya belum kelar 100%. Karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan pihak KSM.

“ Karena itu kami mengharapkan pada pihak KSM agar segera pembangunan IPAL tersebut dirampungkan, supaya warga merasa tenang,” tambah Deden, Jumat (13/03).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here