Ketua GAIB 212 Kab. Cianjur Uwa Dadan (pakai baju putih)

Liputan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Barisan pentolan inti organisasi kemasyarakatan Gerakan Anak Indonesia Bersatu (Gaib) 212 Kabupaten Cianjur,  melaksanakan musyawarah konsolidasi. Kegiatan tersebut mengusung tema ” Bubuka Sejarah Pajajaran Karuhun”. Pelaksanaannya berlangsung di Kampung Palalangon RT. 02 RW. 02, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Jumat (29/6).

Abah Opan salah seorang pengurus inti Gaib 212 Cianjur, bercerita, asal mula sejarah Pajajaran Tengah ‘Gunung Buleud’ yang berlokasi di Batu Lawang, Kecamatan Cipanas. Bahkan, ada salah satu makam “Kemuning Wangi” juga para prajuritnya.

” Hasil kunjungan ada sekitar 1.600 makam (kuta pananggehan), sudah didatangai atau dikunjungi oleh tim GAIB 212 bersama mantan Kapolda Jawa Barat (Jabar), Irjen Anton Charlian,” katanya kepada awak media saat ditemui langsung di Padepokan Gaib 212.

Untuk kedepannya, lanjut Abah Opan, pihaknya berencana akan mendatangi atau mengunjungi sekaligus menguak sejarah, yang konon katanya ada di Kampung Sumur Murni, Subang. Pihaknya memprediksikan, di lokasi tersebut akan ditemukan jasad Pajajaran.

” Ya, memang harus dibuktikan dengan jelas supaya tidak ada berita atau banyak informasi yang simpang siur mengenai hal itu selama ini. Kita hanya ingin bembuktikan saja secara jelas dan gamblang, tanpa ada kebohongan,” kata Abah Opan didampingi beberapa pengurus inti Gaib 212 lainnya.

Dengan berprinsip terus belajar dari pengalaman-pengalaman, mendengarkan dari orang lain, belajar dari apa yang dilihat dan didengar. Artinya selalu ingin tahu dan akan terus bertanya menambah kemampuan dan pengetahuan. Yakni kemampuan untuk mengerjakan banyak berbagai hal menguak sejarah yang sebenarnya.

” Ibarat kata atau bahasa Sanghyang Mughni Pancaniti yaitu Cing Cangkeling,” ujar Abah Opan.

Ketua Gaib 212 Kabupaten Cianjur, Uwa Dadan menambahkan, Manuk Cingkleung Cineten Plos ka Kolong Bapa Satar Bulendeung (berpijak atau berada di terang tidak terlihat atau menyusup ke dalam bumi, namun ada keberadaannya).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here