di jalan inilah mobil yang dikemudikan Jana mundur lagi dan menghatam 4 bocah

Laporan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Beberapa hari yang lalu, jalan nasional lintas Selatan Cianjur – Naringgul, Jawa Barat, telah menelan nyawa bocah usia 10 tahun. Yakni dalam peristiwa sebuah mini bus Xenia No Pol D 1286 AFV terjun ke jurang sedalam 60 meter, di hutan Ciuja Desa Sukabakti Naringgul, Minggu (13/1) lalu.

Tak jauh dari lokasi tersebut, jalan itu kembali menelan korban. Tepatnya di Tanjakan Jaka Kampung Simpangsari, RT 02/06, Desa Sukabakti, Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa Barat, kejadian sekira pukul 13.25 WIB.

Adapun keterangan yang dihimpun awak media, ‘sebuah mobil minibus merek Toyota Kijang warna silver No Pol D 1440 EZ yang dikemudikan Jana (40), warga Kampung Tegalame, Desa Sukabakti, Naringgul.Mobil tersebut tidak kuat nanjak dan mundur kembali. Sehingga menyeruduk empat bocah pejalan kaki, yang hendak pergi ke sekolah Diniyah.

Dalam peristiwa itu, dikabarkan satu orang meninggal dunia di tempat. Korban adalah SA (12) asal Kampung Kubang Jambu RT 01/06 Desa Sukabakti, Naringgul dan tiga orang lainya mengalami luka-luka.

Berikut data korban luka-luka, MN (12) Kampung Tegalame Rt 02/04,  RG (11) Kampung Patrol Kulon Rt. 02/11, IN  (12) Kampung Simpangsari Rt. 02/06, ketiganya segera dilarikan ke Puskesmas terdekat oleh warga sekitar.

Dikatakan warga dilokasi kejadian, kijang itu tidak kuat nanjak, dan kembali mundur menghantam anak-anak yang hendak berangkat sekolah.

” Diduga mobil yang dikemudikan Jana mati ditengah-tengah tanjakan, sehingga mobil mundur lagi sejauh kurang lebih 25 meter, dari posisi jalan yang menanjak, karena pengemudi panik dan mobil mengenai pejalan kaki dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia di tempat,” katanya.

Menurut pengakuan Jana sang pengemudi, saat dirinya hendak berangkat mencuci mobil dari arah selatan menuju utara, dengan kecepatan sekitar 25 kilometer/jam. Tiba-tiba mobil yang dikemudikannya mati mendadak di tengah-tengah tanjakan.

” Pada saat hendak mencuci mobil ke  pencucian, dengan kecepatan kurang lebih sekitar 25 kilometer/jam, tiba-tiba mobil saya mati mendadak di tengah tanjakan. Pas injak rem, anehnya rem tidak berpungsi sehingga mobil tidak ketahan dan mudur kurang lebih 25 meter. Melihat banyak anak-anak dibelakang, saya mencoba mengarahkan mobil, supaya tidak mengenainya. Namun karena banyakan, saya jadi bingung menghindarinya, sehingga mengenai empat orang anak, yang berlari persis ke arah belakang mobil saya,”kata Jana saat diwawancara di Polsek Naringgul.

Jana berharap, agar pihak keluarga korban yang anaknya terkena musibah mobil gagal nanjak, bersedia memaafkannya.

” Saya mohon dengan sangat, kepada pihak keluar korban, untuk memaafkan saya, karena ini bukanlah unsur kesengajaan, dan saya pun mengakui bahwa ini kelalaian saya yang tidak bisa membaca situasi,” ujarnya. 

Sementara Kapolsek Naringgul  AKP Warsono,SIP membenarkan, adanya kejadian laka lantas tunggal di jalan Bandung-Cianjur. Tepatnya di tanjakan Jaka kampung Simpangsari, Desa Sukabakti pada Selasa (22/01) sekira pukul 13.15 WIB.

” Benar sekali adanya kejadian laka lantas tunggal yakni satu buah mobil minibus merek Toyota Kijang KF bernopol D 1440 EZ berwarna silver yang dikemudikan Jana Warga Kampung Tegalame , Desa Sukabakti. Diduga mobil tersebut tidak kuat menanjak saat melewati tanjakan jaka sehingga mobil yang dikemudikan jana mundur kembali kebelakang sepanjang 25 meter dan mengenai pejalan kaki yang masih anak anak yang hendak pergi ke sekolah diniyah,” ujar Kapolsek Naringgul.

Lanjutnya, karena ini ranahnya Unit laka  lantas dan adanya korban meninggal dunia. Untuk selanjutnya kami akan berkordinasi dengan unit Laka Lantas Polres Cianjur, tentang adanya kejadian kecelakaan laka lantas yang mengakibatkan satu orang anak meninggal dunia ditempat yang berinisial SA usia 12 tahun warga Kampung Kubang Jambu, RT. 02/06, Desa Sukabakti, Naringgul, Cianjur Selatan. Selanjutnya, kita akan menungu kedatangan unit laka lantas untuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).

“ Saat ini, pengemudi dan barang bukti satu unit mobil, untuk sementara diamankan di kantor, guna menjaga  adanya hal-hal lain dari pihak keluarga korban,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here