Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Dalam rangka pemulihan dan peningkatan ekonomi dimasa pandemi Covid-19,  Forkopimcan Cugenang gelar Rapat Koordinasi Pemulihan dan Peningkatan Ekonomi dan petani milenial. Kegiatan tersebut digelar di di aula Serbaguna Kantor Kecamatan Cugenang, Selasa (30/03/2021).

Hadir pada kegiatan tersebut, Kadis DKPP, Kadis Pertanian, Kadis Perdagangan, Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Kabag Perekonomian, Kabag Pemerintahan, Camat Cugenang, para kades/Apdesi Kecamatan Cugenang,  para BumDes serta  Gapoktan dan para tamu undangan lainnya.  

Dalam surat edaran kegiatan tersebut, Pejabat Sekda Kab Cianjur Dodit Ardian Pancapana, ST, M.Sc., memohon agar para tamu undangan hadir tanpa mewakilkan dan datang tepat pada waktunya.

Usai membuka acara, saat ditemui wartawan Sekda Kab Cianjur Dodit Ardian Pancapana, ST, M.Sc mengatakan, pihaknya ingin memberikan semangat dan kebangkitan ekonomi lokal di saat pandemi seperti ini.

” Yang masih bisa bertahan adalah pertanian. Nah, makanya kita mendorong mereka supaya bisa berjualan, diajarkan berjualan secara online. Mereka harus mengikuti perkembangan jaman dan kita siap memfasilitasi supaya mereka nggak tergerus ekonomi lokalnya,” kata Sekda Kab Cianjur Dodit Ardian Pancapana, ST, M.Sc.

Sementara itu, Camat Cugenang Komariah S.Ip., M.Ap, setelah menanggapi program tersebut mengatakan, sebetulnya kalau kita berbicara program yang beberapa waktu ke depan mungkin akan dilaunchingkan sama Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur. Karena hal ini merupakan program Gubernur Ridwan Kamil.

” Jadi ini merupakan peluang untuk kita semua, terutama mungkin dalam hal ini untuk para produsen, baik itu kelompok tani maupun produk-produk UMKM,” katanya.

Komariah S.Ip., M.Ap melanjutkan, kenapa seperti itu, karena memang dimasa pandemi sekarang ini khususnya mungkin kita bertanya bagaimana melakukan upaya-upaya untuk pemulihan ekonomi. Salah satunya adalah mencari peluang pasar.

” Secara pribadi kami mengapresiasi positif, dan yang perlu kami share nanti kepada para kepala desa, agar mau menginventarisir. Mana yang sekiranya akan menjadi produk-produk unggulan di desa baik itu produk unggulan pertanian maupun produk UMKM. Sehingga kedepannya tidak ada alasan lagi untuk sulit memasarkan produk-produk tersebut,” ungkapnya.

Untuk bantuan modal usaha, sambung Komariah, itu tidak ada. Karena memang sudah ada dari dulu bantuannya berupa pemberian pupuk dan bibit saja. Itu pun berlaku bagi yang sudah memiliki kartu tani.

” Adapun yang tidak kebagian kartu tani, itu karena belum terinput datanya dan divalidasi oleh kementrian. Dan yang berhak untuk mendapatkan subsidi pupuk, adalah petani-petani yang luasan lahan pertaniannya di bawah 2 hektar ada bantuan dalam bentuk subsidi pupuk,” terangnya.

Terakhir Komariah mengatakan, untuk kelompok tani di Kec. Cugenang, saat ini ada 152. ” Sementara itu untuk keberlanjutan dari para kelompok tani, mempunyai kendala yang mungkin sekarang dirasakan adalah subsidi pupuk dan adanya kendala dalam pemasaran, terlebih di musim pandemi ini,” ujarnya menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here