Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Fisip Universitas Jendral Ahmad Yani (Unjani) Bandung, mengelar pembinaan, pelatihan ketenaga kerjaan untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI)  atau tenaga buruh migran Indonesia.Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Desa Nanggalamekar, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Kamis (22/10).

Selain itu, melakukan pendampingan mengenai wawasan desa wisata terhadap aparatur desa dan masyarakatnya.  Karena di Desa Nanggalamekar memiliki lahan yang layak dijadikan tempat wisata. Hal itu dilakukan tiada lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa setempat,

Sekretaris jurusan hubungan Internasional Fakultas Fisip Unjani,  Yusep Ginanjar menjelaskan, jurusan Hubungan Internasional Fakultas Unjani Bandung berkunjung ke Desa Nanggalamekar itu, tiada lain untuk memberikan wawasan, pembekalan terhadap TKI atau buruh Migran yang ada di Desa Nanggalamekar. Maksudnya, supaya para TKI warga Desa Nanggalamekar berhasil dan sukses menjadi TKI Nya.

Selain itu, karena Desa Nanggalamekar memiliki lahan yang cukup luas juga strategi untuk dijadikan tempat wisata, maka pihaknya sekaligus memberikan wawasan dan pendampingan cara membuat tempat wisata. Supaya tempat wisata itu, nantinya bisa banyak dikunjungi para wisatawan domintik maupun wisatawan luar negeri.

“ Hal itu dilakukan, tiada lain agar pemerintahan Desa Nanggalamekar mampu memiliki PADes yang cukup besar, hingga mampu mensejahtrakan warganya,” ucapnya.

Selain itu, Kepala Desa Nanggalamekar Hilman S.Kom menambahkan, dengan dilaksankannya pelatihan, pembinaan mengenai ketenaga kerjaan TKI atau buruh migran terhadap warga Desa Nanggalamekar oleh Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Fisip Unjani,pihaknya menyambut baik acara tersebut.

Karena, hal itu sangat menguntungkan warga Desa Nanggalamekar. Karena selain memiliki wawasan dan pengetahuan tentang ketenaga kerjaan untuk TKI atau buruh migran juga memiliki harapan yang cukup baik. “ Sebab bila menjadi TKI ke luar negeri maka tidak akan asing lagi cara bekerja menjadi buruh migran,” ucapnya.

Ia menambahkan, selain memberikan pelatihan tentang TKI juga pihak Unjani memberikan bimbingan, arahan mengenai cara membangun tempat wisata. Karena Pemerintahan Desa Nanggalamekar memiliki lahan kas desa seluar 18  Ha lebih, yang layak dan bisa dijadikan tempat wisata

Maka dengan itu setelah dilaksanakannya pembekalan, pendampingan dari pihak Unjani, secepatnya akan digarap dijadikan tempat wisata. “Hal itu dilakukan tiada lain untuk meningkatkan PADes dan kesejahteraan masyarakat Desa Nanggalamekar, “ kata Hilman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here