Pagdam saat memberikan keterangan pers pada awak media

Laporan : Yatiman

Bandung, metropuncaknews.com -Pada Selasa (15/01) telah di laksanakan rapat evaluasi 1 (tahun) program Citarum Harum.

Rapat evaluasi tersebut di laksanankan di Gedung Graha Manggala Siliwangi  bersama dengan Gubernur Jawa Barat sebagai Komandan Satgas Citarum Harum, Wadan 1 Satgas Citarum Harum Pangdam III /Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono dan Wadan 2 Satgas Citarum Harum Kapolda Jawa Barat.

Hadir pula pada kegiatan itu,Gubernur Jawa Barat, Pangdam III /Siliwangi, Kapolda Jawa Barat, kementrian terkait,, para akademisi, para penggiat lingkungan, komunitas, mahasiswa, Bupati, para Dansektor, Budayawan, Seniman Kota Bandung dan Dinas Lingkungan Hidup (LH).

 Program Citarum Harum sudah berjalan satu tahun. Sebelumnya juga sudah ada program program yang dicanangkan oleh penggiat lingkungan. Namun dalam proses perjalanannya ketika  dimulai tahun 2001 s.d 2008 dan pada 2017  Sungai Citarum masih  masuk ke dalam daftar 10 sungai terkotor di dunia.

Untuk itu Kodam III Siliwangi ikut andil dalam kepedulian terhadap air dan terhadap lingkungan melalui program Citarum Harum.  Karena berbicara Citarum berbicara air yang dalam kehidupan sehari- hari air merupakan sumber kehidupan dan kebutuhan utama. Kini setahun sudah program Citarum Harum yang dicanangkan waktu itu oleh Pangdam III Siliwangi Mayjen Dony Monardo untuk menyempurnakan program-program sebelumnya.

Seperti diketahui bersama, Citarum Harum sudah menjadi sorotan dunia internasional dan langsung ditindak lanjuti oleh Presiden melalui Per Pres  no. 15 tahun 2018 tentang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum. dengan dibentuknya Satgas Citarum Harum. 

Dalam kesempatan itu, Pangdam III /Siliwangi mengatakan, Program Citarum Harum yang selama ini sudah berjalan dan pencapaiannya dengan 23 Dansektor yang  terbagi dalam Subsektor yang sudah terbentuk dan sudah bekerja. Mulai dengan membersihkan sampah di hulunya DAS Citarum. Yaitu Cisanti sampai dengan penanganan limbah pabrik di sepanjang Citarum. Termasuk anak sungainya dan penataan ekosistem.

Pangdam juga mengatakan, masalah Citarum bukan hanya masalah air saja. Tetapi di hulunya juga harus dibenahi. Karena permasalahan- nya adalah alih fungsi lahan yang berlebihan. Pohon-pohon yang dulunya sudah gundul, lahannya kritis, kini sudah dilakukan penanaman kembali melalui Sektor Pembibitan.

Untuk itu, evaluasi sebagai upaya untuk mengetahui sudah sejauh mana keberhasilan Citarum Harum. Apakah program ini sudah tepat,  apa yang kurang dan apa yang sudah dicapai untuk kedepan bisa lebih baik lagi.  

Di waktu yang sama, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Agung Budi Maryoto mengatakan, Kepolisian dalam hal ini Polda Jabar  posisiinya di dalam Satgas Citarum Harum sebagai Wadan Satgas. Dalam proses perjalanannya, Polda Jabar sudah melakukan penindakan terhadap para pelaku. Namun dalam penindakan itu, Polda Jabar tidak bisa bekerja sendiri harus bersama pihak terkait yakni Dinas LH. 

Sementara Gubernur Jawa Barat yang merupakan Komandan Satgas Citarum Harum, Ridwan Kamil  berharap, ditahun 2019 Citarum Harum bisa lebih baik dan lebih kompak serta  terkoodinir dengan lebih baik lagi. Karena masalah Citarum itu masalah bersama dan sudah menjadi masalah nasional serta sudah viral.

“ Untuk itu melalui Perpres No 15 Tahun 2018 kita di beri waktu 7 tahun untuk membenahi dan kedepan harus ada komitmen bersama dan komitmen yang jelas dan kita nanti akan buka posko satu komando dan kita kedepan juga akan bikin aplikasi untuk kemudahan,  data dan komitmen ulang untuk stak holder,” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here